RSUD Dr Soetomo Tetap Terima Pasien Rujukan Covid-19

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya

Jakarta | EGINDO.com    – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya memutuskan tetap menerima pasien rujukan Covid-19 meski tengah mengalami kelebihan kapasitas alias overload.

Direktur RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi menjelaskan mengungkapkan jumlah pasien sudah di atas 100 persen, atau melebihi kapasitas dari ketersediaan 356 tempat tidur.

“Jumlah tempat tidur itu sudah kami tambah, dari semula sebanyak 250. Sebelumnya rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Soetomo hanya berkisar 150 orang,” ujarnya.

Menurut dia, lonjakan pasien Covid-19 diduga akibat peningkatan kasus pascaliburan Idul Fitri.

“Masyarakat juga telah disarankan patuh protokol kesehatan dengan menjaga jarak aman dan memakai masker demi mencegah penyebaran Covid-19, tapi masih saja banyak yang mengabaikan,” tuturnya.

Dokter Joni, yang juga Ketua Rumpun Kuratif Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur menyebut seluruh rumah sakit di Surabaya, khususnya yang telah ditetapkan sebagai rujukan pasien Covid-19, saat ini sudah melebihi kapasitas.

“Lonjakan pasien yang di RSUD dr Soetomo itu salah satunya rujukan dari RSAL Surabaya, selain juga dari rumah sakit di Sidoarjo dan berbagai daerah lainnya,” ucap dia.

Meski sudah melebihi kapasitas, Joni memastikan RSUD dr Soetomo tetap akan menerima pasien-pasien yang terus berdatangan.

“Ya, mau gimana lagi. Masak kami tolak. Demi kemanusiaan, mau gak mau harus tetap kami layani, sepanjang pasien yang datang memiliki gejala Covid-19,” katanya.

Karena melebihi kapasitas, pasien dengan gejala Covid-19 yang terus berdatangan di RSUD dr Soetomo terpaksa harus mengantre sembari tetap diberi pelayanan medis di ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Selain itu, rencananya juga segera didirikan tenda darurat, yang akan berfungsi sebagai rumah sakit lapangan sementara, mengambil tempat di parkiran RSUD dr Soetomo Surabaya.

Baca Juga :  Warga Kanada Diadili Di China Atas Tuduhan Spionase