RME Jamin Kemudahan Akses Layanan Kesehatan Masyarakat

Pemanfaatan teknologi digital menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) Fasilitas Kesehatan di Indonesia
Pemanfaatan teknologi digital menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) Fasilitas Kesehatan di Indonesia

Jakarta | EGINDO.co – Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas bagi masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital dengan menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) di Fasilitas Kesehatan di Indonesia.

Dalam siaran pers Kemenkes yang dikutip EGINDO.co menyebutkan Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, RME akan menstandarisasi pertukaran data kesehatan, sehingga akses layanan kesehatan tersedia dengan cepat, mudah, dan transparan.

“Saya yakin, hal ini tidak hanya akan memudahkan akses data layanan kesehatan, tetapi juga akan mengurangi adanya asimetri informasi yang menyebabkan biaya di bidang kesehatan menjadi mahal,” kata Menkes Budi saat membuka acara AeHIN General Meeting 2023 di Jakarta.

Baca Juga :  Putin Tidak Tulus Tentang Pembicaraan Damai Dengan Ukraina

Katanya dalam peraturan (PMK No. 24 Tahun 2022) tentang Rekam Medis yang diterbitkan pada Agustus tahun lalu. Dan upaya transformasi digital ini diperkuat juga dengan diterbitkannya UU No. 17 Tahun 2023 tentang kesehatan.

Semua data kesehatan nantinya akan disimpan pada platform big data SATUSEHAT sebagai ekosistem untuk data kesehatan. Lebih dari 60.000 fasilitas kesehatan berlokasi di Indonesia, mulai dari lebih dari 10.000 fasilitas perawatan primer, 17.000 klinik swasta, 3.000 rumah sakit, 1.000 laboratorium, dan lebih dari 30.000 apotik yang akan dimasukkan dalam Satusehat.

Data individu akan secara otomatis akan menjadi bagian dari demografi data pada Sistem Informasi Kesehatan kecuali pada saat pemilik data menyampaikan pernyataan menolak untuk berpartisipasi dalam penggunaan dan pengolahan data pribadi mereka (sistem penyisihan).

Baca Juga :  Timnas MLBB Mendarat di Vietnam

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga membuat kemajuan dalam pengobatan melalui Ilmu Biomedis & Genom Inisiatif (BGSi). Pengembangan berbasis genom BGSi yang akan dilakukan di berbagai rumah sakit di Indonesia sebagai terobosan dalam pengobatan yang presisi.

Budi menambahkan integrasi genomik ke dalam pelayanan kesehatan yang terintegrasi ke dalam SATUSEHAT memiliki potensi untuk mendorong kemajuan pengobatan persisi di negara Indonesia.@

Rel/timEGINDO.co

Bagikan :