Ricuh di Bandung: Massa Diduga Kelompok Anarko Bakar Pos Polisi dan Videotron

Ilustrasi
Ilustrasi

Bandung|EGINDO.co Situasi di kawasan simpang Tamansari-Cikapayang, Kota Bandung, sempat mencekam pada Jumat (1/5/2026) malam. Aksi perusakan yang diduga dilakukan oleh kelompok anarko berujung pada pembakaran fasilitas publik, termasuk satu unit pos polisi dan videotron di lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan di lapangan, massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 150 orang tersebut mulai melakukan tindakan anarkis saat hari beranjak gelap. Selain melakukan perusakan fisik, kelompok ini disinyalir membekali diri dengan bom molotov yang memicu kobaran api di beberapa titik strategis.

Kronologi Penanganan Api

Upaya pemadaman oleh Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung sempat mengalami kendala serius. Petugas pemadam kebakaran tidak bisa langsung mendekat ke titik api karena situasi kerusuhan yang masih memanas.

Koordinasi Keamanan: Tim pemadam terpaksa menahan diri dan berkoordinasi intensif dengan pihak kepolisian untuk memastikan jalur aman.

Waktu Pemadaman: Setelah mendapat pengawalan dan jaminan keamanan dari aparat, petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah.

Durasi: Seluruh proses pemadaman hingga pendinginan memakan waktu kurang lebih 40 menit.

Kondisi Terkini dan Dampak Kerusakan

Meski aksi perusakan ini tergolong masif dan menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyisiran di sekitar area Tamansari untuk membubarkan kerumunan dan mencegah aksi susulan. Saat ini, arus lalu lintas di sekitar simpang Cikapayang dilaporkan mulai kembali normal di bawah penjagaan ketat personel gabungan.

“Situasi saat ini sudah berhasil dikendalikan dan dalam kondisi aman. Kami masih melakukan pendalaman terkait motif serta mengidentifikasi para pelaku perusakan,” ujar perwakilan kepolisian setempat.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih berjaga di titik-titik rawan untuk memastikan stabilitas keamanan di Kota Kembang pasca-insiden tersebut. (Sn)

Scroll to Top