Rektor UPER: Kecerdasan Buatan Pada Industri Minyak Dan Gas

peserta AI Academy
Peserta AI Academy

Jakarta | EGINDO.co – Rektor Universitas Pertamina (UPER), Prof. I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, mengatakan, untuk mendukung pengembangan digitalisasi dalam industri migas, UPER juga menyediakan kurikulum pembelajaran Kecerdasan Buatan di Industri Minyak dan Gas pada program studi Teknik Perminyakan.

“Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diperkenalkan kepada AI dan diajarkan mengenai dasar-dasar pemrograman. Dengan adanya pelatihan AI Academy, tentu mahasiswa dapat mengasah lebih dalam pengetahuan dan skill yang diperlukan dalam penerapan AI dan ML di industri migas,” kata Prof. Wirat dalam siaran pers UPER yang dikirim kepada EGINDO.co

Disebutkan peserta AI Academy dari Universitas Pertamina saat foto bersama dengan Rektor Universitas Pertamina, Prof. I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, di acara Graduation AI Academy Schlumberger Indonesia, Kamis pekan lalu.

Sementara itu data dari Kementerian ESDM mencatat, dalam lima tahun terakhir, produksi minyak bumi Indonesia menurun sebesar 36% dan 56%. Hingga tahun 2020, cadangan minyak terbukti di Indonesia berkisar 2,4 ribu barrel sedangkan cadangan gas terbukti diperkirakan sebanyak 43,57 TSCF.

Baca Juga :  Rektor UPER: Akselerasi Digitalisasi Menelurkan Inovasi

Berbicara pada acara AI Academy Graduation, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyebut pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) dapat mempercepat perkembangan industri migas di Indonesia.

“Pemerintah telah memetakan daerah-daerah yang kaya akan gas mulai dari ujung barat hingga bagian timur Indonesia. Beberapa wilayah yang berpotensi besar ada di Andaman II, Lombok, Masela, dan Indonesia Deepwater Development. Kami berharap AI dan big data dapat memberikan lebih banyak peluang untuk membuat keputusan secara lebih cepat,” kata Tutuka.

AI Academy merupakan program pertama di Indonesia yang dibesut Schlumberger Indonesia bekerja sama dengan Universitas Pertamina (UPER) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan yang telah berlangsung sejak 8 Agustus hingga 23 September 2022 ini telah sukses dilaksanakan dan berhasil meluluskan 30 peserta pelatihan dari Universitas Pertamina.

Baca Juga :  KKP: Selidiki Perusakan Terumbu Karang Lindungi Nelayan

Muhammad Naufal Septifiandi, Ferdiansyah Rahman, Muhammad Amien M. Hilman, dan Indrian Ellies, mahasiswa UPER yang berhasil meraih posisi pertama dalam final capstone project AI Academy. Mereka mengembangkan program AI bertajuk ‘Alpha Infill: An Integrated Machine Learning Tools to Predict “Sweet” Infill Well Location’.

Program AI ini dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas lapangan minyak bumi yang berpotensi memiliki hidrokarbon tinggi, namun belum sepenuhnya tereksploitasi. Sehingga proses eksplorasi migas bisa berjalan cepat, efektif dan efisien.

“Alpha Infill bekerja dengan dibantu oleh model ML yang sudah kami buat, yakni yakni KMeans Clustering, Extra Tree Classifier, dan Kriging yang masing-masing berfungsi untuk mengukur kualitas produksi dan produktivitas sumur, memprediksi sifat batuan reservoir, hingga menentukan lokasi pengeboran yang paling baik untuk dilakukan infill drilling,” jelas Naufal dalam wawancara daring, Jumat pekan lalu.

Baca Juga :  Larangan Batubara Luar Negeri China Membuat 15 Proyek Batal

Hasil dari infill drilling inilah yang akan meningkatkan produktivitas pada suatu lapangan minyak bumi. Tidak hanya itu, Naufal dan tim juga membuat dashboard interaktif menggunakan Dataiku. Dashboard ini dapat digunakan untuk melakukan proses machine learning dari awal hingga akhir secara interaktif, tanpa perlu melakukan proses coding yang rumit.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director Schlumberger Indonesia, Devan Keith K. Jeya Raj, menyampaikan, pelatihan AI Academy merupakan bentuk komitmen Schlumberger Indonesia dalam menemukan dan mengembangkan bakat-bakat baru untuk mencetak generasi juara.

“Bagi anda sekalian yang baru saja selesai menempuh pelatihan AI Academy, sekarang anda memiliki tanggung jawab yang cukup berat untuk membantu Indonesia untuk mencapai target produksi migas sebanyak 1 juta barel minyak dan 12 miliar BSCDF gas pada tahun 2030,” kata [email protected]

Rel/fd/timEGINDO.co

 

Bagikan :