Rekomendasi Film Akhir Pekan, “Jallikattu” Hingga “Becky”

becky

Jakarta | EGINDO.co – Memasuki bulan Maret para pecinta film siap dimanjakan dengan berbagai tayangan menarik dan berkualitas dari beragam genre, bahkan ada sebagian yang masuk nominasi Academy Awards 2021.

Platform video streaming Klik Film akhir pekan ini telah menyiapkan tujuh film internasional yang dapat dinikmati untuk mengisi waktu senggang, mulai dari rilisan terbaru hingga nominasi Oscar, berikut daftar dan sinopsis singkatnya.

1. Jallikattu
“Jallikattu” adalah sebuah film laga berbahasa Malayalam India yang dirilis pada tahun 2019 garapan Lijo Jose Pellissery dengan skenario karya S. Hareesh dan R. Jayakumar.

Film yang berkisah tentang Kalan Varkey, seorang tukang daging kerbau yang diandalkan oleh seluruh desa untuk mendapatkan daging segar. Ritual rutin pembantaian kerbau menjadi kacau bagi Kalan Varkey, ketika hewan itu hilang dan menciptakan malapetaka di seluruh desa ini.

Film ini diangkat berdasarkan pada cerpen “Maoist” karya Hareesh. “Jallikattu” diperankan oleh Antony Varghese, Chemban Vinod Jose, Sabumon Abdusamad dan Santhy Balachandran. Film tersebut masuk dalam nominasi Oscar tahun ini untuk kategori Best Internasional Feature Film.

2. Fear of Rain
“Fear of Rain” adalah film thriller psikologis Amerika. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Castille Landon yang membawa penonton pada kehidupan penderita skizofrenia, di mana orang tersebut harus berjuang untuk membedakan antara halusinasi yang mengerikan dan kenyataan.

Film ini dibintangi oleh Katherine Heigl, Madison Iseman, dan Harry Connick Jr dan baru rilis pada Februari lalu. “Fear of Rain” merupakan film pertama Connick setelah vakum selama enam tahun lebih.

3. The Devil Below
Ini merupakan film horor Amerika yang dirilis tahun 2021. “The Devil Below” bercerita tentang penjelajah amatir yang mengunjungi kota yang ditinggalkan.

Film ini disutradarai oleh Bradley Parker (“Chernobyl Diaries”) dan dibintangi oleh Adan Canto (“X-Men: Days of Future Past”), Will Patton (“Boarding School; Halloween 2018”, “Swamp Thing Series”), Alicia Sanz (“From Dusk Till Dawn: The Series”) dan Jonathan Sadowski “(Chernobyl Diaries”).

4. Penguin Bloom
Film yang dibintangi oleh Naomi Watts ini diangkat dari kisah nyata keluarga Sam dan Cameron Bloom yang berinteraksi dengan burung Murai bernama Penguin.

“Penguin Bloom” adalah film drama yang disutradarai oleh Glendyn Ivin, dan skenarionya ditulis oleh Shaun Grant dan Harry Cripps. Film ini diangkat dari buku karya Cameron Bloom dan Bradley Trevor Grieve berjudul sama.

Selain Naomi Watts, film ini juga dibintangi oleh Andrew Lincoln dan Jacki Weaver. “Penguin Bloom” dirilis di Australia oleh Roadshow Films pada 21 Januari 2021.

5. Archenemy
“Archenemy” merupakan film aksi petualangan yang rilis mulai 11 Desember 2020 oleh RLJE Films. Film tersebut dibintangi oleh Skylan Brooks, Luis Kelly-Duarte, Zolee Griggs, dan Joe Manganiello.

Film ini menceritakan tentang seseorang yang mengaku sebagai superhero dari dimensi lain yang jatuh ke bumi tanpa memiliki kekuatan, tapi sayangnya tidak ada yang mempercayainya kecuali seorang remaja bernama Hamster.

6. Becky
“Becky” adalah film thriller aksi Amerika tahun 2020 yang disutradarai oleh Jonathan Milott dan Cary Murnion, dari skenario Nick Morris, Lane Skye, dan Ruckus Skye.

Film ini dibintangi oleh Lulu Wilson, Kevin James dan Joel McHale. “Becky” dijadwalkan tayang perdana di Festival Film Tribeca pada April 2020, tetapi festival itu ditunda karena pandemi COVID-19.

Akhirnya film ini dirilis pada tanggal 5 Juni 2020, oleh Quiver Distribution dan Redbox Entertainment.

“Becky” bercerita tentang Becky dan ayahnya yang pergi ke sebuah rumah danau untuk menghabiskan akhir pekan. Namun, tak diduga sekelompok narapidana datang menyerang dan kini mereka harus berjuang untuk menyelamatkan diri.

7. Dreamcatcher
Film yang dirilis di Amerika pada bulan ini, menceritakan tentang seorang pembunuh bertopeng yang meneror seorang disc jockey dan sekelompok anak muda.

“Dreamcatcher” berpusat pada dua saudara perempuan yang terasing, bersama dengan teman-teman mereka, terjebak dalam pusaran kekerasan selama 48 jam setelah pengalaman traumatis di festival musik bawah tanah. (@Ant/AR)