Regenerasi SDM Industri Kurir dan Logistik Butuh Anak Muda

Anak muda bersama Direktur Utama TiKi Yulina Hastuti
Anak muda bersama Direktur Utama TiKi Yulina Hastuti

Oleh: Fadmin Malau

 REGENERASI Sumber Daya Manusia (SDM) pada sektor industri kurir dan logistik membutuhkan partisipasi seluruh pihak, terutama anak muda pada garda terdepan. Kuncinya minat anak muda atau kaum muda pada sektor industri kurir dan logistik harus terus meningkat agar regenerasi tercipta.

Anak muda atau kaum muda memiliki semangat, minat yang kuat agar tantangan yang ada dijadikan peluang. Setiap peluang pasti ada tantangan, peluang dan tantangan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Anak muda senang dengan tantangan dan tantangan melahirkan peluang.

Industri kurir dan logistik memiliki tantangan dimana tantangan awal dari bisnis antar barang adalah sulitnya memupuk kepercayaan para customer dan mitra bisnis. Tantangan awal itu harus dihadapi dan harus dijawab oleh semua pihak yang terlibat dan beririsan dengan industri kurir dan logistik.

Tantangan awal dari bisnis antar barang berhubungan dengan mindset banyak orang sehingga perlu SDM yang tangguh untuk menghilangkan mindset tersebut dimana dari dahulu kurir dan logistik itu identik dengan tukang jaga barang atau sama dengan tukang antar barang.

Mindset kurir dan logistik itu harus dihilangkan karena faktanya dari dahulu antar barang berhubungan erat dengan sosial ekonomi masyarakat. Belanda datang ke Indonesia awalnya untuk berdagang maka didirikannya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yakni perusahaan Hindia Timur Belanda pada tahun 1602. VOC adalah perusahaan dagang Belanda yang beroperasi di Asia termasuk Indonesia dan memiliki monopoli perdagangan rempah-rempah, seperti cengkeh, lada, kayu manis dan pala.

Kemudian untuk mendukung (support) didirikannya Kantor Pos pertama di Batavia (kini Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda.

Faktanya PT Pos Indonesia (kini namanya PT PosIn) pada era orde baru (Orba) menjadi juara dalam bisnis kurir dan logistik dimana PT. Pos Indonesia mempunyai sebanyak 4.850 kantor cabang diseluruh Indonesia dan sekitar 20 ribu agen yang juga tersebar diseluruh Indonesia. Artinya memiliki infrastruktur yang banyak sehingga bisa menjangkau sampai ke pulau-pulau terluar.

Mindset dimana dari dahulu kurir dan logistik itu identik dengan tukang jaga barang atau sama dengan tukang antar barang itu tidak dipakai lagi. Mindset tentang kurir dan logistik pada kalangan anak muda sudah hilang.

Perempuan-perempuan muda berbakat bergabung di TiKi

Faktanya ketika anak muda ditanya kamu bekerja dimana? Jawabnya bekerja di PT. Citra Van Titipan Kilat (TiKi), sebuah perusahaan jasa pengiriman barang terkemuka kini di Indonesia. Sedangkan yang bertanya dimana bekerja tidak lagi bertanya apa itu TiKi, apa itu perusahaan jasa pengiriman barang. Tidak seperti dahulu jika dikatakan perusahaan jasa pengiriman barang akan bertanya lagi apa itu perusahaan jasa pengiriman barang. Hal itu menandakan industri kurir dan logistik sudah dikenal masyarakat secara luas dan sudah berjaya di Indonesia.

Masyarakat sudah paham bisnis logistik adalah industri yang mengelola perpindahan barang dari asal ke tujuan akhir yang umumnya adalah pelanggan atau tempat konsumsi tertentu, guna memenuhi permintaan yang spesifik. Industri logistik adalah sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan. Pertumbuhannya disebabkan adanya perubahan tren dan gaya hidup masyarakat yang semakin cenderung memanfaatkan teknologi informasi dalam memenuhi kebutuhan seperti pesanan dan pembelian barang melalui platform daring telah memasyarakat dan secara otomatis memerlukan peran penting dari layanan logistik dalam proses pengantaran.

Baca Juga :  Hari Pertama Indonesia dan Thailand Dominasi SEA Games FF

Kepercayaan masyarakat tumbuh karena bisnis logistik mengedepankan manajemen pergerakan barang dari lokasi asal ke tujuan dengan niatan untuk memenuhi keinginan pelanggan serta memelihara kelancaran pasokan produk dengan efisiensi. Dalam hal ini, terlibat beragam tindakan proses bisnis logistik seperti transportasi, penyimpanan, pengepakan, distribusi, pengawasan dan penyelarasan keseluruhan proses guna memastikan barang tiba tepat waktu dan dalam kondisi yang optimal kepada konsumen atau pihak yang dituju.

Tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap industri kurir dan logistik disebabkan usaha logistik telah menentukan jangkaun usaha logistiknya. Mengetahui bentuk usahanya, memiliki rencana kegiatan operasional bisnis. Memiliki bisnis mendapat izin resmi dalam menjalankan operasinya dan mengutamakan pelayanan yang profesional kepada konsumen.

Untuk itu bisnis antar barang berhubungan dengan SDM yang tangguh dimana dari dahulu kurir dan logistik itu identik dengan tukang jaga barang atau sama dengan tukang antar barang. Hal itu dijawab dengan adanya regenerasi SDM pada sektor industri kurir dan logistik yang membutuhkan partisipasi seluruh pihak, terutama anak muda yang miliki semangat, nilai juang yang besar untuk maju dalam industri kurir dan logistik. #LogisTIKIndonesiaButuhAnakMuda.

Mindset dimana dahulu kurir dan logistik itu identik dengan tukang jaga barang atau sama dengan tukang antar barang tidak dipakai lagi sebab sejak 10 tahun terakhir sudah ada program studi (prodi) Logistik pada Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2020 – 2023 terdapat 19 Program Studi baru yang didirikan untuk jenjang D-3 sampai dengan S-2 di bidang Logistik. Data BAN-PT itu sejalan dengan apa yang dikatakan Ketua Program Studi Manajemen Logistik Industri Elektronika Politeknik APP Jakarta, Erika Fatma, M.T, MBA, CPLM yang mengatakan dalam 3-5 tahun terakhir, minat generasi muda terhadap mengikuti program studi yang berkaitan dengan Transportasi dan Logistik pada berbagai universitas mengalami peningkatan.

Hal itu dikatakannya pada Diskusi bertajuk “Regenerasi Sektor Logistik: Peluang & Tantangan” ketika usai penandatangan Nota Kesepahaman perwakilan TiKi dengan Politeknik APP Jakarta dan Universitas Pertamina belum lama ini di Jakarta.

APP Jakarta kata Erika, dalam 3-5 tahun terakhir jumlah peminat Program Studi Logistik meningkat sekitar 10-15% setiap tahunnya. Perkembangan e-commerce dan kemajuan teknologi dalam integrasi proses logistik menjadi salah satu daya tarik bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi untuk terlibat dalam pengembangan logistik di era digital.

Diakuinya, tantangan perguruan tinggi dalam pengembangan SDM saat ini adalah berpacu dengan perubahan pada industri yang bergerak dengan sangat cepat. Tingginya laju perubahan pada industri memerlukan upaya ekstra untuk memastikan bahwa Kurikulum yang disusun oleh lembaga pendidikan dapat menyiapkan SDM yang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Baca Juga :  Presiden: Jaga Dan Kawal Perkembangan Digitalisasi Keuangan

Untuk itu katanya diperlukan kerjasama yang erat antara dunia industri dan dunia Pendidikan. “Kami menyambut baik niatan TiKi untuk turut membantu kami memberikan wawasan yang riil terjadi di dunia kerja sehingga mahasiswa/i kami memperoleh gambaran yang menyeluruh dari teori yang mereka dapatkan di kampus dengan praktik di lapangan, penyesuaian apa yang perlu dilakukan dan soft skill apa yang dibutuhkan untuk beradaptasi,” kata Erika mengharapkan.

Masih dalam Diskusi bertajuk “Regenerasi Sektor Logistik: Peluang & Tantangan” ketika usai penandatangan Nota Kesepahaman perwakilan TiKi dengan Politeknik APP Jakarta dan Universitas Pertamina itu Dr. Sita Aniisah Sholihah S.Si, M.T dosen tetap dan Sekretaris Program Studi S-1 Logistik, ITL Trisakti menjelaskan terjadinya pergeseran peran sektor logistik & transportasi yang kini semakin strategis bagi suatu perusahaan.

Dulu, katanya logistik dan transportasi dianggap sekedar pendukung bisnis dalam pendistribusian dan inventori barang. Namun, kini logistik menjadi salah satu faktor krusial bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan daya saing suatu perusahaan atau merek.

Untuk itu Sita Aniisah Sholihah yakin, secara potensi karir semakin prospektif, para profesional pada bidang logistik dan transportasi semakin banyak yang menempati posisi manajerial bahkan managemen puncak. Hal itu menjadi daya tarik generasi muda untuk menekuni bidang kurir dan logistik.

Alasannya era teknologi digital menjadi salah satu akselelator bagi sektor logistik dan transportasi. Terjadinya perluasan lingkup tanggungjawab divisi logistik dan perlunya meningkatkan kompetensi. Tranformasi digital seperti AI, IoT, blockchain, big data banyak melakukan evolusi rantai pasok pada sisi aliran informasi, dimana kemampuan baru dalam transformasi digital meliputi proses, talenta, teknologi dan tata kelola.

Dijelaskannya, menurut Talent Study (Supply Chain Insights LLC), kompetensi yang paling banyak dibutuhkan pada era digital adalah perencana dan analis. Oleh karena itu, skill yang dibutuhkan pada masa depan yaitu complex problem solving, social skill, process skill, system skill, dan cognitive skill atau cognitive flexibility, creativity, logical reasoning, problem sensitivity, mathematical reasoning dan visualisasi.

Minat anak muda, generasi muda untuk berkarier pada industri kurir dan logistik, #LogisTIKIndonesiaButuhAnakMuda. Hal itu diakui Direktur Pelaksana TiKi, Trie Maulana A pada Diskusi bertajuk “Regenerasi Sektor Logistik: Peluang & Tantangan” ketika usai penandatangan Nota Kesepahaman perwakilan TiKi dengan Politeknik APP Jakarta dan Universitas Pertamina itu.

“TiKi ingin mengajak generasi muda Indonesia untuk mengenal lebih jauh potensi industri kurir. Tidak hanya kurir, namun juga potensi menjadi logistic entrepreneur. Melalui program kemitraan, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda Indonesia untuk memiliki bisnis logistik. Kami juga ingin lebih banyak lagi anak muda yang bergabung dengan TiKi. Kami juga mendorong perempuan-perempuan muda dan berbakat untuk bergabung bersama kami,” kata Trie Maulana A menegaskan sesuai, #LogisTIKIndonesiaButuhAnakMuda.

Kurir merupakan garda terdepan TiKi, kurir diarahkan untuk selalu loyal kepada customer. Bila ada laporan komunikasi kurir kurang baik dengan konsumen, TiKi akan melakukan pembinaan dalam bentuk pelatihan peningkatan kapasitas, terutama dalam menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan. TiKi, memberi perhatian besar kepada kurir. Bila kurir bekerja di hari libur akan dihitung piket atau hitungan lembur, kurir diberikan reward berupa uang di luar gaji pokok. TiKi juga menerapkan sistem “loyal point” bagi kurir, dalam setiap bulan perusahaan akan menilai kurir mana yang paling menonjol kinerjanya.

Baca Juga :  Mahasiswa Kembali Datangi DPRD Sumut, Tolak Kenaikan BBM

Kinerja kurir diukur dari jumlah pengiriman paket melebihi target dan luas jangkauan wilayah pengiriman. Reward untuk kurir dalam bentuk uang, ada kurir mendapat reward berupa kendaraan roda dua yang dipakai untuk mengirimkan paket. TiKi menjamin keselamatan kerja kurir pada saat jam dinas, kurir yang mengalami kecelakaan ketika mengantar paket akan dijamin perusahaan biaya pengobatannya, termasuk ganti rugi untuk kendaraan warga yang rusak saat terlibat kecelakaan dengan kurir TiKi.

Adapun benefit untuk kurir TiKi adalah gaji pokok setiap bulan, juga ada bonus presensi bila pengiriman melebih target dan lembur. Sedangkan untuk sub agen di daerah berupa fee per resi, biaya penerus dan uang bensin. Karena kurir melakukan kontak langsung dengan customer, dalam hal rekrutmen kurir, perusahaan jasa pengiriman swasta tertua itu melakukannya dengan prinsip kehati-hatian. TiKi akan menelaah secara jeli identitas dan latar belakang pelamar menjadi kurir. Hal itu karena sangat erat kaitannya dalam menjaga kepercayaan konsumen kepada TiKi.

Banyak yang melamar menjadi kurir untuk TiKi akan tetapi seleksi ketat membuat masih banyak yang belum diterima menjadi kurir. Hal itu karena TiKi perusahaan jasa pengiriman swasta pertama di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1970 itu tentu memiliki keunggulan jaringan dan keterjangkauan. Memiliki trip maping­ sampai ke pelosok, pengiriman untuk direct ke daerah TiKi memiliki keunggulan dibanding dengan yang lain dimana TiKi berkomitmen melayani pengiriman paket ke daerah yang harus menyeberangi sungai di daerah-daerah terpecil, dengan mengoptimalkan mitra-mitranya pada berbagai daerah.

Mengutip dari tiki.id menyebutkan TiKi memiliki jaringan operasional yang luas dan mencakup 65 kota besar di Indonesia, lebih dari 500 kantor perwakilan, 3700 gerai dan lebih dari 6.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Hampir menyamai PT. Pos Indonesia yang mempunyai sebanyak 4.850 kantor cabang diseluruh Indonesia maka dengan jaringan yang solid itu siap memberikan layanan pengiriman yang andal dan efisien bagi semua pelanggan.

PT Citra Van Titipan Kilat (TiKi) adalah perusahaan jasa logistik terkemuka di Indonesia yang telah telah menjadi mitra terpercaya bagi pelanggan yang membutuhkan layanan pengiriman cepat dengan harga terjangkau. Jaringan TiKi telah melayani 90% dari total 514 wilayah kabupaten atau kota di seluruh Indonesia dan mayoritas dari 83.843 kelurahan/desa di Indonesia juga sudah terlayani oleh TiKi sehingga menjadikannya perusahaan jasa pengiriman milik swasta dengan jaringan pengiriman terluas di Indonesia.

Sejak awal didirikan TiKi memiliki visi menjadi perusahaan terbaik dalam jasa pengiriman dan logistik dengan misi bekerja giat secara profesional, jujur, bertanggungjawab penuh keyakinan dan dedikasi tinggi untuk selalu menjadi yang terbaik. Selain fokus pada layanan pengiriman paket, TiKi juga berperan sebagai salah satu pilar dalam menunjang perekonomian Indonesia dengan mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjalin kolaborasi dengan mitra keagenan dan platform marketplace dalam memberikan pembekalan dan dukungan bagi UMKM maka #LogisTIKIndonesiaButuhAnakMuda.

***

Bagikan :