Medan | EGINDO.com – Ratusan rumah di kota Medan dan kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara terendam akibat sungai meluap. Rumah warga di Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, dan Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, terendam banjir pada Kamis (29/10/2026).
Luapan sungai yang terjadi sejak dini hari tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa warga menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Hal itu seperti di Kampung Aur, air mulai naik sekitar pukul 01.00 WIB dengan arus yang cukup deras. Ketinggian air yang meningkat cepat membuat permukiman padat penduduk tersebut kembali tergenang.
Menurut warga kepada EGINDO.com hal itu me merupakan banjir kedua dalam sepekan terakhir. Kata warga pada pukul 1 dinihari airnya naik pelan dulu, tapi arusnya kencang, lalu tiba-tiba tinggi airnya.
Melihat kondisi yang ada warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang memiliki lantai dua karena air membutuhkan waktu lama untuk surut. Kata warga bahwa banjir hampir menjadi persoalan rutin setiap pekan di wilayah mereka.
Diakui belum separah banjir besar pada November 2025 lalu dan luapan kali ini tetap merendam sebagian besar perabotan rumah tangga milik mereka. Warga juga mengkhawatirkan kondisi cuaca di kawasan pegunungan, karena hujan di hulu dapat memicu banjir kiriman meskipun di permukiman mereka tidak turun hujan.
Dampak luapan Sungai Belumai di Deli Serdang membuat rumah penduduk terendam. Kondisi serupa terjadi di Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Ratusan rumah di Dusun 8, 9, dan 10 terendam akibat meluapnya Sungai Belumai pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Menurut warga bahwa air mulai memasuki rumah saat warga bersiap memulai aktivitas.
Selain merendam rumah, banjir dengan ketinggian lebih dari selutut orang dewasa juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama desa, sehingga menghambat akses transportasi. Warga terpaksa mencari jalur alternatif untuk dapat melintas.
Di Desa Dalu X B dan Desa Dalu X A dikenal sebagai wilayah rawan banjir tahunan karena lokasinya yang dilintasi aliran Sungai Belumai. Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius melalui penanganan infrastruktur yang berkelanjutan agar ancaman banjir rutin ini dapat teratasi.@
Bs/fd/timEGINDO.com