Jakarta|EGINDO.co Aparat kepolisian menyiagakan 685 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (15 Januari 2026). Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.30 WIB.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan dikerahkan tanpa membawa senjata api. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan situasi yang kondusif, sekaligus menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.
Menurut Reynold, pengamanan aksi buruh kali ini mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan profesional, guna menjaga stabilitas keamanan tanpa mengabaikan hak-hak konstitusional para peserta aksi.
“Pasukan pelayanan aksi unjuk rasa disiapkan sebanyak 685 personel,” ujar Reynold kepada wartawan.
Aksi yang digelar KSPI tersebut diperkirakan akan menyuarakan aspirasi buruh terkait isu-isu ketenagakerjaan dan kebijakan ekonomi yang dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan pekerja. Kepolisian pun telah melakukan pemetaan potensi kerawanan serta rekayasa pengamanan di sekitar kawasan parlemen untuk mengantisipasi gangguan arus lalu lintas.
Pihak kepolisian mengimbau para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai, serta mematuhi ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, masyarakat pengguna jalan di sekitar Senayan diminta untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan lalu lintas.
Dengan pengamanan yang terukur dan berorientasi pada pelayanan publik, aparat berharap pelaksanaan aksi unjuk rasa dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi di kawasan strategis ibu kota. (Sn)