Jakarta|EGINDO.co Emiten energi berkode RATU menunjukkan langkah agresif dalam memperkuat portofolio bisnisnya melalui rencana akuisisi aset minyak dan gas (migas), baik di dalam negeri maupun luar negeri. Strategi ini diarahkan untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperluas sumber pendapatan perseroan.
Langkah ekspansi tersebut ditopang oleh kondisi keuangan yang solid. Perseroan baru saja menghimpun dana dari penerbitan obligasi senilai Rp800 miliar yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 6,8 kali. Tingginya minat investor menjadi sinyal kuat terhadap kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis RATU.
Presiden Direktur RATU, Sumantri Suwarno, menegaskan bahwa dukungan pendanaan yang besar membuka ruang lebih luas bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi anorganik, khususnya melalui akuisisi aset migas strategis.
“Respons investor yang sangat positif terhadap penerbitan obligasi dan sukuk menjadi modal penting bagi kami untuk mempercepat ekspansi, termasuk peluang akuisisi di berbagai wilayah,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Selain mengandalkan instrumen utang, RATU juga memiliki alternatif pendanaan lain, seperti fasilitas kredit perbankan hingga opsi penerbitan saham baru (rights issue), guna menjaga fleksibilitas struktur modal di tengah rencana ekspansi yang agresif.
Dari sisi kinerja, fundamental perseroan turut menguat. Laba RATU tercatat tumbuh sekitar 10 persen secara tahunan, sementara harga sahamnya melesat hampir 50 persen dalam satu bulan terakhir. Kinerja ini mencerminkan optimisme investor terhadap arah bisnis perusahaan ke depan.
Sejumlah analis menilai, langkah ekspansi melalui akuisisi aset migas menjadi strategi yang relevan di tengah meningkatnya kebutuhan energi global. Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, perusahaan energi yang memiliki akses pendanaan kuat cenderung lebih agresif melakukan ekspansi untuk mengamankan cadangan dan produksi jangka panjang.
Senada dengan itu, Bisnis Indonesia mencatat bahwa tren konsolidasi di sektor energi, khususnya migas, semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir, seiring kebutuhan efisiensi dan peningkatan skala produksi.
Ke depan, RATU diharapkan mampu memanfaatkan momentum positif ini untuk memperkuat posisi di industri migas, sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas pasokan energi nasional. (Sn)