Rata-Rata Kekayaan Orang Indonesia Mencapai Rp 2 Miliar

Pengunjung membawa anak kecil masuk ke dalam Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (24/2021). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2-4 dari 21 September hingga 4 Oktober 2021 dan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua.
Pengunjung membawa anak kecil masuk ke dalam Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (24/2021). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2-4 dari 21 September hingga 4 Oktober 2021 dan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua.

Jakarta | EGINDO.com        – Bank Dunia telah merilis laporan terbarunya soal posisi kekayaan di negara-negara dunia dengan tema The Change Wealth of Nations 2021 yang dirilis pada Rabu, (27/10).

Dalam laporan tersebut, salah satunya mencatat rata-rata kekayaan orang Indonesia mencapai US$ 144.303 atau setara lebih dari Rp 2 miliar (Kurs dollar Desember 2018 Rp 14.427) pada 2018. Disebutkan kekayaan rata-rata orang Indonesia berada di peringkat keempat ASEAN.

Adapun Bank Dunia melaporkan kekayaan per kapita di mayoritas negara naik dalam dua dekade terakhir pada 2018. Tercatat total kekayaan dunia pada 2018 adalah sebesar US$ 1.152 triliun atau Rp 16.682 kuadriliun (kurs jisdor akhir 2018 Rp 14.481 per dolar AS), sedangkan untuk total kekayaan per kapita tercatat sebesar US$ 160,167 atau setara Rp 2,3 miliar.

Perhitungan total kekayaan per kapita yang dilakukan Bank Dunia menggunakan dua metode perhitungan, yakni melalui purchasing power parities (PPP) dan market exchange rates (MERs).

“Dua metode biasanya dipakai untuk menyetarakan nilai tukar rupiah dengan dolar AS mengikuti perbedaan harga barang dan jasa di kedua negara,” dikutip dari laporan tersebut, Jumat (29/10).

Berdasarkan metode PPP tersebut, kekayaan per kapita yang dimiliki Indonesia mencapai US$ 144.303 atau setara lebih dari Rp 2 miliar, berdasarkan metode inilah kekayaan rata-rata orang Indonesia menjadi negara peringkat keempat di ASEAN. Sedangkan menurut perhitungan MERs, total kekayaan rata-rata penduduk Indonesia lebih kecil yaitu US$ 48.406 atau Rp 700 juta.

Adapun, negara Singapura mencatat kekayaan rata-rata per penduduknya sebesar US$ 1.092.628 atau setara Rp 15,8 miliar. Kekayaan ini tujuh kali lebih besar dari kekayaan orang Indonesia.

Pun untuk Malaysia, yang tercatat penduduknya memiliki kekayaan rata-rata hampir tiga kali lipat dari Indonesia, yakni US$ 420.520 atau setara Rp 6,1 miliar. Sementara rata-rata kekayaan orang Thailand mencapai US$ 207.437 atau setara Rp 3 miliar.

Baca Juga :  BPK Temukan Kekurangan Penerimaan Negara Rp 5,55 Triliun

Kemudian, untuk negara lainnya yakni, Vietnam mencatat kekayaan US$ 107.716 atau sekitar Rp 1,5 miliar, Filipina sebesar US$ 97.862 atau sekitar Rp 1,4 miliar, Laos sebesar US$ 116,511 atau sekitar Rp 1,6 miliar, dan Kamboja US$ 54.280 atau sekitar Rp 783 miliar. Kekayaan keempat negara ini dicatatkan berada di bawah Indonesia.

Lebih lanjut, Bank Dunia mencatat kekayaan per kapita negara-negara di seluruh dunia meningkat dalam lebih dari dua dekade terakhir. Sepanjang 1995-2018, rata-rata kekayaan per kapita tersebut dunia naik hingga 44%.

Pertumbuhan kakayaan per kapita tercepat terjadi pada kelompok negara-negara berpendapatan menengah atas sebesar 179% dalam 23 tahun terakhir, sebagian besar karena peningkatan kekayaan di Cina.

Sementara negara pendapatan rendah hanya naik 22%. Secara keseluruhan mayoritas negara-negara dunia mengalami peningkatan pada nilai kekayaan per kapita sejak 1995-2018. Akan tetapi, dari 146 negara yang dipantau, 26 diantaranya mengalami stagnansi.

Dari 11 dari negara tersebut merupakan negara berkembang di Sub-Sahar Afrika. “Kesenjangan besar dalam kekayaan per kapita di seluruh dunia tetap ada dan dalam beberapa kasus telah memburuk,” dalam laporan tersebut.m

Rata-rata, seorang individu di negara kaya anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) secara implisit sudah mempunyai kekayaan US$ 621.278 saat lahir pada tahun 2018. Sedangkan untuk individu yang lahir di negara berpenghasilan rendah, diperkirakan hanya sekitar US$ 11.462.

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Bagikan :