Jakarta|EGINDO.co Rapat kerja Komite IV DPD RI dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang awalnya dijadwalkan terbuka, secara mendadak diubah menjadi rapat tertutup pada Selasa, 18 Februari 2025. Rapat yang berlangsung di Gedung B DPD, Senayan, Jakarta, seharusnya membahas kinerja Kementerian Keuangan tahun 2024, program kerja tahun 2025, proyeksi APBN-P 2025, serta PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Namun, setelah rapat dimulai, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta agar rapat tersebut dilakukan secara tertutup.
Rapat yang sempat disiarkan melalui kanal YouTube DPD hanya berlangsung sekitar 13 menit sebelum siarannya dihentikan. Saat ini, tayangan tersebut sudah tidak tersedia lagi di kanal resmi DPD. Berdasarkan informasi dari sumber yang hadir di lokasi, perubahan format rapat ini terjadi setelah Ketua Komite IV DPD Ahmad Nawardi mengemukakan beberapa isu penting terkait kebijakan fiskal, yang berujung pada permintaan untuk menutup rapat.
Dalam pengantarnya, Ahmad Nawardi menyampaikan keprihatinannya terkait perubahan status 65 BUMN yang kini dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Menurutnya, hal ini menyebabkan BUMN yang dikelola oleh Danantara tidak lagi dianggap sebagai kekayaan negara yang dipisahkan, sehingga pendapatan negara yang biasa diterima melalui PNBP dari dividen BUMN menjadi hilang. Ia juga menyoroti penerimaan pajak yang menurun seiring dengan peluncuran sistem perpajakan baru, Coretax, pada Januari 2025. Data dari Direktorat Jenderal Pajak menunjukkan bahwa penerbitan faktur pajak pada Januari 2025 hanya mencapai 20 juta, jauh dari target yang sebelumnya mencapai 60 juta faktur pajak pada tahun yang sama.
Ahmad Nawardi juga mengingatkan bahwa jika penerimaan negara tidak tercapai dan belanja negara tidak segera dikendalikan, defisit anggaran akan semakin melebar. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki kewajiban besar untuk membayar pokok dan bunga utang negara yang totalnya mencapai sekitar Rp1.352 triliun.
Rapat yang tadinya terbuka untuk umum, akhirnya dilangsungkan secara tertutup setelah pembahasan yang semakin mendalam mengenai masalah-masalah fiskal tersebut.
Sumber: Bisnis.com/Sn