Ramp Check Diadakan Secara Periodik, Terjadwal Dan Kosisten

ilustrasi Ramp Check
ilustrasi Ramp Check

Jakarta | EGINDO.com     -Pemerhati masalah transportasi AKBP (Purn) Budiyanto SSOS.MH, mengatakan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan moda transportasi umum dengan pengguna jalan lain, masih sering terjadi baik di jalan arteri maupun di jalan tol. Penyebabnya cukup bervariasi dari mulai faktor Human eror ( Sakit, lelah, kurang konsentrasi dan sebagainya), faktor rem tidak berfungsi alias blong dan faktor lainya.

Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi atau minimal dapat dicegah apabila Pengemudi dalam keadaan  fit/ prima, dan kelaikkan kendaraan dapat dijamin. Meyakinkan kondisi pengemudi dalam keadaan fit/ prima dan kendaraan dalam kondisi laik jalan, teknis Ramp check dapat dilaksanakan secara periodik dengan jadwal yang pasti,jelas Budiyanto.

Dikatakan Budiyanto kepada EGINDO.com melalui telepon selulernya Kegiatan Ram chek atau inpeksi keselamatan terhadap moda transportasi umum dari mulai kondisi Pengemudi, persyaratan administrasi dan unsur teknis utama, dan unsur penunjang utama dan protokol kesehatan. Hal ini jika dilaksanakan dengan baik, teratur dan terjadwal dengan baik, akan dapat memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ramp chek juga sebagai perwujudan untuk memenuhi standart pelayanan minimal, dari aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, kesetaraan dan sebagainya. Hanya yang kita sayangkan bahwa Ramp chek dilaksanakan bisanya pada hari lubur Nasional, hari libur panjang , dan ada kejadian kecelakaan fatalitas korban luka berat dan meninggal dunia dengan jumlah korban banyak,ungkapnya.

Untuk mewujudkan angkutan umum yang aman dan berkeselamatan memang cukup mahal, butuh SDM, peralatan, waktu yang cukup dan dukungan anggaran namun semuanya terutama para stakeholder yang bertanggung jawab di bidangnya, keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama,tegasnya.

Tidak mudah memang untuk mewujudkan hal ini, perlu komitmen dan integritas yang kuat sehingga program tersebut dapat terwujud secara periodik, terjadwal dan konsisten,kata Budiyanto,@Sn

Bagikan :
Baca Juga :  Dinkes: 14 Pasien Omicron Di Jawa Barat