Ramadan, Bulan Istimewa Bagi Semua Manusia

ranadhan
Ramadhan 1442

Oleh: Fadmin Prihatin Malau

Ramadan, bulan istimewa. Bulan Ramadan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi menjadi bulan istimewa sebab pada bulan Ramadan umat Islam melaksanakan ibadah puasa wajib. Bulan Ramadan, bulan istimewa sebab umat Islam beriman mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah Swt bila melaksanakan amalan amalan atau beribadah dengan baik dan benar.

Bulan Ramadan bulan istimewa sebab pada bulan Ramadan, turun Alqur’an. Firman Allah Swt dalam Alqur’an Surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya, ”Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”

Alqur’an adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan di dunia dan di akhirat. Isi kandungan Alqur’an sebagai pedoman hidup di dunia dan akhirat. Turunnya Alqur’an atau Nuzulul Qur’an terjadi pada 17 Ramadan. Harus diingat, turunnya Alqur’an bukan seperti benda yang turun dari atas ke bawah.

Nabi Muhammad Saw menjelaskan Alqur’an pertama kali diturunkan dari “Lauhul Mahfudz” (batu tulis yang terjaga) sampai ke “Baytil ’Izzah” (Langit Dunia) pada Malam ‘Qadr’ pada bulan Ramadan.

Lantas, para ulama bersepakat dari “Baytil ’Izzah” adalah Malaikat Jibril yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw secara bertahap selama 23 tahun. Artinya, Alqur’an bukan turun sekaligus, tetapi bertahap dengan waktu panjang.

Nuzulul Qur’an terjadi pada setiap 17 Ramadan malam sesuai dengan Firman Allah Swt dalam Alqur’an Surah Al-Qadr ayat 1 dengan Surah Al-Anfal ayat 41 yang artinya, Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan (Al-Qur‟an) kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan”.

Ada kata Hari Furqan adalah hari bertemunya dua pasukan dalam pertempuran Badr yang terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriah. Makna yang terkandung bahwa isi kandungan Alqur’an itu sebagai petunjuk bagi semua umat Islam. Hal itu karena Alqur’an sumber segala ilmu pengetahuan di bumi dan langit.

Petunjuk dalam Alqur’an itu sangat lengkap dan sempurna yakni semua segi kehidupan manusia, mulai dari ilmu kehidupan manusia di dunia dan akhirat serta aktual sepanjang masa. Dalam Alqur’an ada ilmu kedokteran, ilmu alam, ilmu pertanian, ilmu sosial kemasyarakatan, ilmu hukum dan berbagai ilmu lainnya.

Disamping itu dalam Alqur’an juga ada peraturan yang mengatur tata kehidupan manusia dan semua makhluk yang ada di bumi dan langit. Artinya Alqur’an mengajarkan manusia tentang hidup dan kehidupan. Rasulullah Muhammad Saw bersabda yang artinya, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor (‘ajbudz dzanab) darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.” (Riwayat Imam Muslim).

Hadist ini awal dan akhir manusia di dunia. Manusia diciptakan dari tanah dan kemudian kembali ke tanah. Hadist Nabi Muhammad Saw ini terus aktual. Seorang penelitian Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid membenarkan dengan penelitian yang dilakukannya pada Bulan Ramadan 1423 H yakni membakar tulang ekor dengan suhu tinggi selama sepuluh menit. Bentuk tulang ekor itu berubah, menjadi hitam pekat.

Artinya, hadist Nabi Muhammad Saw ini membuka tabir hidup dan kehidupan manusia. Untuk itu Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid selanjutnya membawa tulang itu ke Al-Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Bagaimana kondisi sebenarnya dari tulang yang dibakar itu. Setelah diteliti dan dianalisis Dr. Al Olaki, seorang profesor pada bidang histology dan pathologi di Sana’a University, ditemukan bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor itu tidak terpengaruh. Sel-sel itu ternyata dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama lagi.

Apa yang terjadi? Ternyata hasil penelitian itu sesuai dengan Firman Allah Swt dalam Alqur’an Surah Ya-Sin ayat 78 yang artinya, “Dan Ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?”

Begitu juga dengan ayat 79 Allah Swt berfirman yang artinya, “Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk”

Sesuai pula hasil penelitian itu dengan hadist Nabi Muhammad Saw yang artinya, “Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” (diriwayatkan HR. Al Bukhari).

Allah Swt berfirman dalam Alqur’an Surah Al-Baqarah ayat 1-2 yang artinya, “Alif Lam Mim. Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi orang bertaqwa”.

Alif lam dan mim adalah kata “dzaalika” sebagai kata tunjuk bagi umat Islam sebuah keterkaitan antara manusia dengan Tuhan maka Alqur’an menjadi obat bagi manusia dengan mempergunakan akal yang baik dan benar. Bila manusia mengimani Alqur’an maka dipastikan manusia itu selamat di dunia dan di akhirat. Alqur’an petunjuk hidup maha lengkap. Umat Islam harus mengaji (membaca) dan mengkaji (mempelajari) isi kandungan Alqur’an serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Terbukti Alqur’an sumber dari segala sumber ilmu. Dalam Alqur’an disebutkan manusia itu dari segumpal darah dan dibenarkan ilmu kedokteran bahwa proses terbelahnya sel pertama, External Epiblast terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus. Lapisan kedua, Internal Hypoblast telah ada sejak pembentukan janin dan pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node atau gumpalan sederhana.

Seorang Ilmuwan Jerman, Han Spemann berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935 dengan penelitiannya membuktikan asal mula kehidupan dari tulang ekor. Allah Swt berfirman dalam Alqur’an surah Fushshilat ayat 53 yang artinya, ”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Terbukti Alqur’an menjelaskan proses awal kehidupan manusia sampai akhir kehidupan manusia di dunia. Kini Alqur’an terbukti dalam ilmu kedokteran tentang tubuh manusia, yakni sejak sperma membuahi ovum (sel telur), kemudian menjadi janin dan selanjutnya menjadi zigot, terus menjadi anak manusia yang tumbuh dan berkembang sampai akhirnya meninggal dunia.

Alqur’an menjelaskan bahwa manusia nanti dibangkitkan pada hari kiamat dan bisa jadi dari tulang ekor ini manusia akan dibangkitkan Allah Swt. Maha benar Allah Swt dengan segala firman-Nya dan sesungguhnya Alqur’an itu adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan buat di dunia dan di akhirat. Awal turunnya Alqur’an pada Bulan Ramadan dan menjadi bulan istimewa bagi umat Islam.

***

Penulis adalah mantan Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapanuli Utara dan mantan Sekretaris Majelis Kebudayaan PW. Muhammadiyah Sumatera Utara.