Moskow | EGINDO.co – Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperluas daftar unit bisnis Japan Tobacco International (JTI) yang ditempatkan di bawah administrasi sementara di Rusia, dengan menambahkan tiga perusahaan lagi ke dalam daftar yang tercantum dalam perintah awal yang diterbitkan pada hari Kamis.
Pada hari Kamis, Putin menandatangani dekrit yang mengalihkan aset-aset Rusia milik JTI—bagian dari Japan Tobacco Inc. sekaligus produsen tembakau terbesar di Rusia—ke bawah pengelolaan sementara. Langkah ini menjadikan grup perusahaan tembakau tersebut sebagai perusahaan asing terbaru yang kehilangan kendali atas operasional lokalnya, seiring dengan upaya Moskow untuk memperketat cengkeramannya terhadap aset-aset milik pihak asing.
Berdasarkan dekrit awal tersebut, kepemilikan dalam empat unit bisnis JTI ditempatkan di bawah administrasi perusahaan Rusia, Industrial Assets.
Sebuah dekrit terpisah, yang diterbitkan semalam, memperluas cakupan kebijakan tersebut kepada tiga perusahaan tambahan yang seluruhnya dimiliki oleh JTI Investments Sarl. Menurut kantor berita Interfax, ketiga perusahaan tersebut berperan sebagai entitas impor, manajemen, dan perusahaan induk (holding).
Secara terpisah, media Rusia RBC pada hari Sabtu mengutip pernyataan Anton Pivovarov, kepala Industrial Assets, yang mengatakan bahwa perusahaannya akan berupaya untuk menjaga kelangsungan produksi, mempertahankan tim yang ada saat ini, serta memenuhi kewajiban kepada para karyawan dan mitra bisnis tanpa adanya gangguan.
Dekrit Putin tidak menyebutkan alasan di balik langkah tersebut, namun Kremlin sebelumnya pernah mengaitkan penyitaan aset serupa dengan tindakan yang diambil oleh negara-negara yang dianggap memusuhi Rusia.
Dalam pernyataan melalui surel yang dirilis setelah dekrit pertama, JTI menyatakan bahwa mereka telah mengetahui keputusan tersebut dan sedang “menilai situasi serta opsi-opsi yang tersedia, dengan memprioritaskan para pemangku kepentingan kami, terutama para karyawan”.
Pemerintah Jepang memiliki sekitar 37 persen saham di Japan Tobacco Inc., yang merek-merek produknya mencakup rokok Winston dan Camel.
Operasional bisnis di Rusia menyumbang sekitar 10 persen dari pendapatan Japan Tobacco Group dan kurang lebih 25 persen dari laba operasionalnya.
Sumber : CNA/SL