Jakarta|EGINDO.co Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi polemik yang melibatkan alumnus LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (DS), dengan menegaskan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026), Purbaya menyampaikan bahwa keraguan terhadap masa depan Indonesia justru tidak sejalan dengan arah perbaikan fundamental ekonomi nasional.
Ia menilai dinamika opini publik, termasuk komentar yang meragukan kewarganegaraan Indonesia, merupakan hal yang wajar di tengah ketidakpastian global. Namun, menurutnya, indikator makroekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang semakin kuat. Pemerintah meyakini dalam dua dekade mendatang Indonesia akan berada pada posisi yang jauh lebih kompetitif, baik dari sisi pertumbuhan, stabilitas fiskal, maupun daya tarik investasi.
Isu tersebut mencuat setelah Dwi mengunggah video di Instagram dan Threads yang memperlihatkan surat dari otoritas Inggris terkait kewarganegaraan anak keduanya. Pernyataan dalam unggahan itu memicu kritik warganet karena Dwi diketahui merupakan penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang dibiayai oleh negara.
Sejumlah media nasional seperti Kompas.com dan CNN Indonesia turut menyoroti polemik tersebut, terutama terkait aspek moral dan komitmen pengabdian penerima beasiswa negara. Perdebatan tidak hanya berkutat pada pilihan kewarganegaraan anak, tetapi juga menyentuh isu kontribusi dan tanggung jawab sosial awardee LPDP setelah menyelesaikan studi.
Secara akademik, Dwi merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung dan melanjutkan pendidikan magister Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology pada 2015–2017 dengan pendanaan LPDP. Selama periode pengabdian di Indonesia pada 2017–2023, ia tercatat menjalankan sejumlah program sosial dan lingkungan, termasuk inisiatif penanaman 10.000 mangrove, pemberdayaan ekonomi rumah tangga, keterlibatan dalam penanggulangan bencana di Sumatera, serta pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur.
Pemerintah menekankan bahwa investasi negara melalui LPDP bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia guna mendukung transformasi ekonomi nasional. Di tengah tantangan global, otoritas fiskal tetap meyakini bahwa prospek pertumbuhan Indonesia dalam jangka panjang berada pada jalur yang positif dan berkelanjutan. (Sn)