Laporan: Ir. Fadmin Malau
PT Serayu Group sebagai pendamping pemodal (investor) dari China maka untuk itu dilakukan survei lahan seluas 5.000 hektar untuk menanam tanam Pohon Balsa. Penanaman Pohon Balsa itu berlokasi di pulau Kalimantan.
Dalam merealisasikan penanaman Pohon Balsa itu harus dilakukan terlebih dahulu survei lahan. Untuk itu Direktur utama (Dirut) PT Serayu Group Hasan Tjoa meninjau langsung lahan yang akan dijadikan lahan penanaman Pohon Balsa di Kalimantan Barat (Kalbar).
Direktur utama PT Serayu Group Hasan Tjoa didampingi tim Humas PT Serayu Group Ikhsan dari Jakarta menuju Kalimantan Barat. Kemudian dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat, selama 4 hari sejak hari Rabu 1 April 2026 hingga Sabtu 4 April 2026 melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Kunjungan tersebut dalam rangka memenuhi undangan kehormatan sebagai pendamping Mr. A. Ahai dan Johan selaku investor dari pihak negara China, yakni dalam rangka melakukan survei lahan tidur atau lahan terlantar yang seluas 5.000 hektar di Desa Kali Bandung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.

Peninjauan itu penting dilakukan guna memastikan ketersediaan lahan untuk penanaman Pohon Balsa dengan metode tumpang sari pangan. Peninjauan ketersediaan lahan dan sekaligus survai dilakukan untuk memastikan kecocokan lahan bagi penanaman Pohon Balsa yang juga dilakukan penanaman tanaman sela atau tumpang sari dengan tanaman pangan dan palawija.
Turut hadir dalam survei lahan tidur atau lahan yang akan dijadikan penanaman Pohon Balsa itu diantaranya Antonius selaku Sekretaris Lembaga Pengelolaan Hutan (LPH) Desa Kali Bandung. Kemudian Kepala Desa Kali Bandung, Sanhaji dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Kali Bandung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat.
Hasan Tjoa Direktur utama Serayu Group kepada EGINDO.com mengatakan ketika berkunjung ke lokasi lahan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan serangkaian kegiatan PT Serayu Group mendampingi investor dari China melakukan survei lahan.

Dijelaskan Hasan Tjoa bahwa hasil dari survei lahan yang dilakukan di Desa Kali Bandung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat cukup baik, kegiatan berjalan lancar sesuai dengan yang dijadwalkan.
“Kita dari Serayu Group bersama Mr. A. Ahai dan pak Johan selaku investor dari pihak China. Kita telah mengunjungi areal atau lahan yang akan ditanami Pohon Balsa di Desa Kali Bandung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Hasil survei tanahnya ini memang cukup bagus dan tanah tersebut ternyata sudah cukup lama terlantar. Jadi dengan dibawa oleh investor dari pihak China, Mr. A. Ahai dan pak Johan beserta teman-temannya untuk mengunjungi areal tersebut, tentunya ini sangat bagus dan bisa untuk penanaman pohon kayu Balsa dengan tumpang sari pangan. Ya, mudah-mudahan legalitas atau suratnya tidak bermasalah,” kata Hasan Tjoa menjelaskan.
Menurutnya kalau tidak bermasalah, Serayu Group ditunjuk selaku pendamping dari investor untuk melakukan penanaman Pohon kayu Balsa. Kata Hasan Tjoa bahwa tujuan investor itu akan membangun industri blok yang terbesar di dunia, mereka akan dibangun di Kalimantan Barat.

“Dengan kehadiran kita tentunya penanaman selaku pendamping dalam penanaman tanaman Pohon Balsa dengan tumpang sari pangan tentunya sangat bermanfaat sekali lahan ini yang tadinya merupakan lahan tidur maka nantinya menjadi lahan produktif. Bila telah menjadi lahan produktif maka masyarakat di daerah tersebut nantinya akan lebih sejahtera khususnya di pertanian dan perkayuan. Tentunya nanti kehadiran kita akan membimbing masyarakat agar supaya taraf kehidupan mereka akan lebih bagus khususnya pada bidang ketahanan pangan,” kata Hasan Tjoa yang dikenal sebagai pakar praktisi penanaman pohon di Indonesia.
Menurutnya penanaman Pohon kayu Balsa disamping mendatangkan nilai ekonomi kepada masyarakat juga sekaligus untuk menciptakan iklim, membuat lingkungan hidup semakin bagus. Selanjutnya penanaman Pohon kayu Balsa dengan system tumpang sari menjadi salah satu sebagai sumber pangan. “Kalau informasi dari Mr. A Ahai dan toko masyarakat setempat di daerah tersebut ada lebih kurang 5.000 hektar yang akan kita lakukan penanaman,” ujarnya.
PT. Serayu Group selaku pendamping dan industri dari investor Mr. A. Ahai sudah mulai dibangun. “Jadi mereka akan mengejar melihat legalitas tanah, kalau tidak ada masalah maka dalam waktu dekat ini kita akan tanam. Ya, mungkin bisa jadi tahun depan lahan seluas 5.000 hektar itu sudah selesai tanam semuanya. Jadi kita akan tanam 4 kali 4 ya kan diantara pohon itu nanti kita lakukan tumpang sari. Ya bisa tanaman dengan tumpang sari tanaman sayur dan juga tumpang sari dengan tanaman padi Gogo, tanaman Jernang dan lain sebagainya,” kata Hasan Tjoa.
Hasan Tjoa optimis dapat terwujud dan harapannya dengan adanya investor untuk pembangunan industri di Kalimantan Barat maka secara otomatis tentunya akan menciptakan lapangan kerja baru dan menyerap ribuan tenaga kerja lapangan.
Pada sisi lain dengan adanya area atau lahan yang terlantar selama ini bisa dimanfaatkan dengan penanaman Pohon kayu Balsa akan memperbaiki iklim yang sekarang kurang baik. “Saya berharap nantinya pemerintah dapat mendukung sepenuhnya karena nanti dapat sebagai percontohan untuk Indonesia sebagaimana harapan dari pemerintah agar iklim di Indonesia ini bisa bagus. Harapan pemerintah juga supaya pangan terus ditingkatkan guna menciptakan ketahanan pangan bagi Indonesia yang kedepannya tidak impor lagi dan ini akan membantu mendorong masyarakat supaya lebih sejahtera menuju Indonesia Emas berusia 100 tahun pada tahun 2045 mendatang,” kata Hasan Tjoa menegaskan.
Pohon Kayu Balsa Bernilai Ekonomi, Cocok di Indonesia
Tanaman pohon kayu Balsa bernilai ekonomi, banyak kegunaannya dan cocok tumbuh untuk alam Indonesia. Untuk itu Direktur Utama (Dirut) Serayu Group, Hasan Tjoa, pakar penanaman pohon mengungkapkan dari hasil survei lahan yang sudah dilakukan dinyatakan sangat layak dan cocok untuk dilakukan penanaman tanaman pohon kayu Balsa di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat.

Hasil survei lahan yang dilakukan dari tim Serayu Group sejalan dengan apa yang diakui masyarakat Desa Kali Bandung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat dan masyarakat sangat setuju dan mendukung dengan adanya penanaman pohon Kayu Balsa dengan metode tumpangsari padi Gogo dan dengan tanaman palawija.
Hasan Tjoa pakar penanaman pohon menjelaskan tanaman Pohon Kayu Balsa (Ochroma Pyramidale) berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan di Negara Ekuador cocok dikembangkan di Indonesia. Tanaman Pohon Kayu Balsa banyak sekali kegunaan atau fungsi dan bernilai ekonomi tinggi. “Harus diakui di Indonesia penggunaan Kayu Balsa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat mungkin masih jarang ditemukan. Pada hal jenis kayu yang sangat bermanfaat untuk berbagai macam kebutuhan hidup,” kata Hasan Tjoa.
Dipaparkannya, manfaat dari Pohon Kayu Balsa antara lain bisa dibuat Papan Selancar, Aeromodelling, Kincir Angin, Interior untuk pesawat terbang, kereta api, kapal laut hingga perabot rumah tangga seperti meja, kursi dan sebagainya. Bisa juga untuk pembuatan alat musik serta dapat digunakan untuk menyerap getaran dan peredam suara yang paling bagus. “Kelebihan dari Kayu Balsa yakni tahan hama, ringan dan kuat. Paling hebat lagi dapat ditanam dengan metode tumpangsari dengan Padi Gogo,” katanya.
Hasan Tjoa menjelaskan di luar negeri penggunaan kayu Balsa sudah sangat berkembang, misalnya sebagai bahan baku pembuat interior serta rangka aeromodelling (pesawat dari kayu balsa). Menurut para ahli, Kayu Balsa memiliki daya tahan tinggi dan mampu bersaing dengan material lainnya. Sifatnya alami dan ramah lingkungan menjadikan nilai tambah dari kayu tersebut. “Perlu diketahui bahwa Pohon Kayu Balsa habitatnya memang di Indonesia. Buktinya banyak tumbuh di Indonesia, disamping di daerah Amerika Latin, Papua Nugini, Thailand, Kepulauan Solomon,” ujarnya.
Ditegaskannya di Indonesia banyak dijumpai barisan pohon Kayu Balsa tumbuh di sekitar Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, serta Papua. Berdasarkan habitatnya, pohon Kayu Balsa dapat tumbuh di dataran tinggi dan rendah sekitar 0 hingga 1000 meter dari permukaan laut (mdpl). Sedangkan rata-rata curah hujan yang dibutuhkan pohon Kayu Balsa berkisar 1500-3000 mm, dengan jumlah bulan kering atau musim kemarau sampai dengan tiga bulan per tahunnya. Suhu udara yang kehendaki berkisar 22-29 C, dengan suhu maksimum serta minimumnya masing-masing antara 24-30 C dan 22-28 C. “Semua yang dikehendaki tanaman Pohon Kayu Balsa ada di tanah air kita maka tanaman ini sangat cocok tumbuh di Indoneia,” katanya memastikan.
Menurut Hasan Tjoa dengan alam Indonesia, tanaman Pohon Kayu Balsa sangat cocok maka karakteristik Kayu dan Pohon Balsa akan cepat tumbuh dimana waktu pertumbuhannya berkisar 4 hingga 5 tahun sudah mencapai tinggi 20 meter dengan diamater 40 cm. “Jika kita bandingkan dengan jenis pohon lainnya, masa perkembangbiakan tanaman tergolong cukup instan, sehingga bernilai ekomoni tinggi,” kata Hasan Tjoa menegaskan.@
***