Program PSR, Sinarmas Agribusiness and Food Tingkatkan Produktivitas Sawit Petani

Petani Sawit Swadaya Sinarmas Agribusiness and Food, foto diambil sebelum pandemic Covid-19. (Foto Dok: Sinarmas)
Petani Sawit Swadaya Sinarmas Agribusiness and Food, foto diambil sebelum pandemic Covid-19. (Foto Dok: Sinarmas)

Jakarta | EGINDO.co – Lewat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sinarmas Agribusiness and Food berupaya untuk meningkatkan produktivitas Sawit Petani. Hal ini dikatakan Chief Executive Officer (CEO) Perkebunan Sinarmas Agribusiness and Food wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), Iswanto Nadjaja.

Dinilainya, dengan program kemitraan untuk Peremajaan Sawit Rakyat dapat meningkatkan produktivitas tanaman sawit. Hal itu telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama untuk PSR Palembang Sumsel di Cohive Building, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Dijelaskannya dengan program kemitraan PSR, kesejahteraan keluarga petani sawit juga menjadi lebih baik. Dalam keterangan tertulisnya, Iswanto mengatakan untuk mewujudkan PSR tersebut pihak Sinarmas Agribusiness and Food lewat anak usahanya PT Djuanda Sawit Lestari telah menggandeng Koperasi Serba Usaha Al Fa’iz Mandiri Kabupaten Musi Rawas. Kemudian selanjutnya dalam program tersebut dilakukan penandatanganan perjanjian kredit dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sementara itu terkait dengan program tersebut Executive Vice President Divisi Agribisnis PT BRI Tbk, Budhi Novianto, menyampaikan, penandatanganan perjanjian kredit tersebut merupakan tindak lanjut atas fasilitas peremajaan kebun petani swadaya dan plasma PT BRI (Persero) Tbk.

Adapun program fasilitas peremajaan kebun sebesar Rp1,75 triliun untuk luasan tanam kurang lebih 14.745 hektar (Ha). Dijelaskan fasilitas tersebut secara bertahap akan direalisasikan melalui kemitraan strategis dengan beberapa koperasi pada 3 wilayah yakni Pekanbaru, Medan dan Palembang.

Pihak Bank BRI katanya turut mendukung program pemerintah dalam PSR sebagai mitra perbankan untuk menyalurkan fasilitas kredit ke petani baik swadaya maupun plasma. Dinilainya petani swadaya memiliki peranan yang sangat penting dalam industri sawit Indonesia. Hal itu karena apa bila kondisi tanaman sudah kurang terawatt maka hasil produksi tandan buah segar (TBS) kurang dari 15 ton per Ha. Bila hal itu yang terjadi maka perlu peremajaan.

Program kemitraan tersebut membantu penyediaan bibit unggul bersertifikat dan pupuk, serta pendampingan teknik agronomi yang berkelanjutan. Program kemitraan juga membantu petani sawit dalam sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)[email protected]

Bs/TimEGINDO.co