Jakarta|EGINDO.co Program Magang Nasional 2025 berhasil mencapai target 100 ribu peserta sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini melibatkan 5.168 perusahaan, 2.886 satuan kerja (satker), serta didukung lebih dari 30 ribu mentor yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan capaian tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Ia menyebut partisipasi dunia usaha dalam program ini menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
“Alhamdulillah, target yang diminta oleh Bapak Presiden sebanyak 100 ribu peserta pada 2025 dapat kita capai,” ujar Yassierli.
Program Magang Nasional terbuka bagi lulusan pendidikan vokasi dan akademik, khususnya lulusan D3 dan S1 dengan masa kelulusan maksimal satu tahun. Selain pengalaman kerja langsung di industri, peserta juga diberikan opsi untuk mengikuti pelatihan penguatan soft skill, seperti komunikasi profesional, kerja tim, dan etika kerja.
Yassierli menambahkan, lebih dari 5.000 perusahaan dari berbagai sektor industri ikut ambil bagian dalam program ini, mulai dari manufaktur, jasa, teknologi, hingga sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, keterlibatan luas sektor swasta menjadi kunci keberhasilan program dalam menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan riil pasar kerja.
Program Magang Nasional dirancang sebagai salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran terdidik dan mempercepat penyerapan tenaga kerja muda. Program ini juga dinilai mampu meningkatkan kesiapan kerja lulusan baru melalui pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Bahwa skema magang nasional ke depan akan terus disempurnakan, termasuk melalui peningkatan kualitas mentor serta penguatan evaluasi hasil magang, agar peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga kompetensi yang terukur dan berkelanjutan.
Pemerintah berharap keberhasilan Program Magang Nasional 2025 dapat menjadi fondasi bagi perluasan program serupa pada tahun-tahun berikutnya, sekaligus mendukung agenda besar pembangunan SDM unggul dan berdaya saing global. (Sn)