Beirut | EGINDO.co – Presiden Suriah Ahmed Sharaa diperkirakan akan mengunjungi Washington dalam dua minggu ke depan, ungkap Utusan Khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, pada Sabtu (1 November). Kunjungan ini akan menandai kunjungan pertama seorang kepala negara Suriah ke ibu kota Amerika.
Barrack mengatakan kepada wartawan di sela-sela forum keamanan Dialog Manama di Bahrain bahwa AS berharap kunjungan ini akan membuka jalan bagi Suriah untuk bergabung dengan koalisi pimpinan AS melawan kelompok ISIS.
Sebuah sumber Suriah yang mengetahui rencana tersebut mengonfirmasi kunjungan tersebut dan mengatakan Washington mendesak Damaskus dan Israel untuk menyelesaikan kesepakatan de-eskalasi sebelum kunjungan tersebut.
AS Dorong Aliansi Baru
“Kami berusaha agar semua pihak menjadi mitra dalam aliansi ini, yang sangat penting bagi mereka,” kata Barrack.
Sejak mengambil alih kekuasaan dari Bashar al-Assad Desember lalu, Sharaa telah berupaya memulihkan hubungan Suriah dengan negara-negara besar setelah bertahun-tahun terisolasi di bawah Assad. Ia berpidato di hadapan Majelis Umum PBB di New York pada bulan September sebagai bagian dari upayanya untuk menampilkan citra diplomatik yang baru.
Koalisi pimpinan AS pertama kali dibentuk pada tahun 2014 untuk memerangi ISIS, yang pernah menguasai hampir sepertiga wilayah Suriah dan Irak sebelum dikalahkan pada tahun 2019. Barrack mengatakan partisipasi Suriah dapat membantu mencegah kebangkitan kembali kelompok militan tersebut, yang telah mencoba memanfaatkan kekosongan politik setelah jatuhnya Assad.
Sharaa, yang pernah memimpin faksi pemberontak yang terkait dengan Al-Qaeda sebelum memutuskan hubungan dengan jaringan tersebut, sejak itu memposisikan dirinya sebagai pemimpin nasionalis yang menentang kelompok-kelompok ekstremis.
Perundingan Suriah-Israel Mendekati Kesepakatan
Barrack juga mengatakan Suriah dan Israel hampir mencapai kesepakatan de-eskalasi yang dimediasi AS, yang akan menghentikan serangan udara Israel dan mengarah pada penarikan pasukan Israel dari Suriah selatan.
Meskipun Washington menolak berkomentar mengenai waktunya, sumber Suriah mengatakan AS menginginkan perjanjian keamanan ditandatangani sebelum kunjungan Sharaa.
Meskipun permusuhan dan sengketa wilayah telah berlangsung selama beberapa dekade, kunjungan Sharaa ke Washington dapat menandai perubahan besar dalam diplomasi Timur Tengah, menandakan kebangkitan kembali Suriah di panggung global dan upaya baru AS untuk menstabilkan kawasan.
Sumber : CNA/SL