Presiden Prabowo Tinjau Langsung Dampak Gempa NTT, Korban Meninggal Capai 103 Orang

Ilustrasi
Ilustrasi

Nagekeo, NTT|EGINDO.co Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan bencana serta bantuan pemerintah kepada warga berjalan secara optimal.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nagekeo. Di daerah terdampak, Presiden juga memimpin rapat koordinasi di Posko Penanganan Bencana Alam NTT Kodam IX/Udayana.

Dalam rapat tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Gubernur NTT Melki Laka Lena dan sejumlah kepala daerah.

Berdasarkan data BNPB hingga Selasa (25/8), gempa tersebut telah menyebabkan 103 orang meninggal dunia. Korban tersebar di sejumlah kabupaten, dengan jumlah terbanyak tercatat di Manggarai sebanyak 41 orang dan Manggarai Timur 34 orang. Sementara itu, Nagekeo mencatat 13 korban meninggal, disusul Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende tiga orang, serta satu korban di Manggarai Barat.

Dari keseluruhan korban meninggal, sekitar 55 persen merupakan perempuan dan 45 persen laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, korban didominasi lansia sebanyak 45 persen, dewasa 37 persen, anak-anak dan remaja 12 persen, sementara sisanya merupakan balita dan batita.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat 1.666 orang mengalami luka-luka. Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban luka cukup tinggi, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang luka ringan.

BNPB masih melakukan pemutakhiran data korban dan dampak kerusakan. Pembaruan tersebut dilakukan secara berkala seiring masuknya laporan terbaru dari sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

Kehadiran Presiden Prabowo di lokasi bencana menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan korban, distribusi bantuan, serta pemulihan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. (Sn)

Scroll to Top