Presiden Prabowo Resmikan Swasembada Beras 2025, Produksi Nasional Tembus 34 Juta Ton

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). - Dok. Youtube Setpres.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). - Dok. Youtube Setpres.

Jakarta|EGINDO.co Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan, khususnya komoditas beras, pada tahun 2025. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri agenda Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian swasembada beras merupakan tonggak strategis bagi penguatan ketahanan nasional sekaligus menjadi simbol meningkatnya kepercayaan diri bangsa dalam mengelola sumber daya pangan secara mandiri. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para petani, pelaku sektor pertanian, serta seluruh jajaran pemerintah yang berperan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Keberhasilan tersebut didukung oleh kinerja produksi yang solid sepanjang 2025. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, total produksi beras nasional selama Januari hingga Desember 2025 mencapai 34,17 juta ton. Selain itu, cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Perum Bulog tercatat sebesar 3,24 juta ton hingga akhir tahun, bahkan sempat menyentuh level 4 juta ton.

Menurut Amran, tingginya produksi dan stok beras nasional membuka peluang baru bagi Indonesia. Apabila serapan gabah oleh Bulog dapat dipertahankan dalam beberapa bulan ke depan, Indonesia berpotensi melakukan ekspor beras untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, sebuah langkah yang mencerminkan kekuatan dan daya saing sektor pertanian nasional.

Pemerintah menilai pencapaian swasembada beras 2025 bukan hanya menjadi keberhasilan jangka pendek, tetapi juga fondasi penting untuk memperluas kemandirian pangan pada komoditas strategis lainnya serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Indonesia. (Sn)

Scroll to Top