Jakarta | EGINDO.co – Presiden Indonesia Prabowo Subianto akan berangkat ke Rusia pada hari Minggu (12 April) untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin mengenai minyak, kata kantor Prabowo.
Kepresidenan di Jakarta mengkonfirmasi kepada AFP bahwa Prabowo akan berangkat pada Minggu malam.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pada hari Sabtu bahwa minyak, yang “memiliki kepentingan strategis bagi bangsa Indonesia”, akan menjadi agenda pembicaraan.
“Beliau akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas geopolitik global dan, tentu saja, situasi energi,” kata Sugiono, yang seperti banyak orang Indonesia hanya memiliki satu nama.
Prakira, yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang, telah membela perjalanan luar negerinya.
“Saudara-saudari, ini untuk mengamankan minyak, saya harus pergi ke mana-mana,” katanya dalam pidato kepada kabinetnya pekan lalu.
Seperti banyak negara, Indonesia telah berada di bawah tekanan dari kenaikan harga minyak global akibat perang di Timur Tengah.
Ekonomi terbesar di Asia Tenggara, di mana bahan bakar disubsidi besar-besaran, adalah produsen minyak tetapi tetap merupakan importir bersih.
Bulan lalu, pemerintah Prabowo mengumumkan penjatahan bahan bakar dan mewajibkan kebijakan bekerja dari rumah satu hari per minggu bagi pegawai negeri sipil untuk menghemat cadangan energi.
Pemerintah berjanji tidak akan menaikkan harga bahan bakar dalam waktu dekat.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan kepada wartawan pada bulan Maret bahwa negaranya terbuka untuk menjual minyak ke Indonesia.
“Jika Indonesia membutuhkannya, beri tahu kami dan Anda akan mendapatkannya,” kata Tolchenov saat kedua negara bersiap untuk latihan militer gabungan di pelabuhan Jakarta.
Tahun lalu, Jakarta bergabung dengan blok BRICS yang terdiri dari negara-negara ekonomi berkembang termasuk Rusia dan Tiongkok.
Namun Prabowo juga telah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump dan bergabung dengan apa yang disebut “Dewan Perdamaian” Trump.
Sumber : CNA/SL