Presiden Imbau Masyarakat Beralih Ke Kendaraan Listrik

Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara, PT HKML Battery Indonesia, di kawasan Industri Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021) pagi. Proyek ini merupakan realisasi investasi konsorsium LG dan Hyundai yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution.
Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara, PT HKML Battery Indonesia, di kawasan Industri Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021) pagi. Proyek ini merupakan realisasi investasi konsorsium LG dan Hyundai yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution.

Jakarta | EGINDO.com     – Presiden Joko Widodo mengimbau pemerintah dan seluruh masyarakat untuk mulai beralih menggunakan kendaraan listrik dan kompor listrik.

Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi pemakaian minyak dan gas (migas) karena setiap bulan Pertamina harus mengimpor migas dalam jumlah banyak dan mahal.

Selain untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, peralihan ke sumber tenaga listrik juga untuk menyerap pasokan listrik dari PT PLN (Persero) yang saat ini kondisinya sudah over-supply alias memiliki pasokan yang berlimpah.

“Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya, karena di PLN over supply, artinya supply dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina jadi turun,” kata Presiden Jokowi dalam arahannya kepada Komisaris serta Direksi Pertamina dan PLN, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/11).

Untuk itu, Presiden mengimbau PLN untuk menyiapkan transisi energi dari sumber daya fosil ke sumber daya energi baru terbarukan (EBT). Transisi ke sumber energi hijau ini bukan hanya tugas bagi PLN, tapi juga bagi seluruh pihak, termasuk BUMN sektor energi seperti PLN dan Pertamina.

“Ini bisa segera dilakukan. Ada target misalnya tahun 2022 5.000 megawatt harus geser dari batu bara ke hydropower, bisa geothermal, bisa ke solar panel. Harus ada tahapan seperti itu,” ujar Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, penggunaan sumber batu bara atau fosil pada suatu titik akan dihentikan karena terkait dengan keberlanjutan lingkungan dan komitmen Indonesia terhadap G20.

“Sehingga kita harus benar-benar siap. Transisi ini tidak bisa ditunda-tunda. Untuk itu perencananya harus disiapkan. Sudah harus konkret, jelas, dan detail. Di PLN harus ada. Ini untuk kepentingan yang lebih baik bagi anak cucu kita,” ujar Jokowi.

Baca Juga :  Tanaman Mengusir Makhluk Halus Di Rumah, Sering Dikonsumsi

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Bagikan :