Paris | EGINDO.co – Sebuah badan pengawas konsumen Prancis menemukan bahwa selain peritel mode cepat asal Tiongkok, Shein, lima platform daring lainnya menjual produk-produk ilegal di Prancis, ungkap juru bicara Menteri Perdagangan Serge Papin pada hari Jumat.
Badan pengawas yang disebut DGCCRF tersebut mengatakan AliExpress dan Joom menjual boneka seks seperti anak kecil, sementara senjata seperti brass knuckle dan parang tersedia di Wish, Temu, dan eBay, kata juru bicara tersebut, mengonfirmasi sebuah artikel di surat kabar Le Parisien.
DGCCRF menemukan bahwa Wish, Temu, dan Amazon yang berbasis di AS, perusahaan e-commerce terbesar berdasarkan nilai pasar, gagal menyaring pembeli di bawah umur dari konten dewasa, ujarnya.
Juru bicara tersebut mengatakan Papin merujuk platform-platform tersebut ke jaksa penuntut umum dan akan mengundang para menteri perdagangan Uni Eropa ke Paris untuk membahas masalah ini.
Amazon, Temu, eBay, AliExpress, dan Joom tidak segera menanggapi email yang meminta komentar.
Tindakan keras Prancis yang luas terhadap para pemimpin e-commerce asing yang besar merupakan upaya untuk melindungi peritel lokal yang merasa terancam oleh persaingan tidak adil dari produk yang lebih murah dan dipasarkan dengan lebih baik di wilayah mereka sendiri.
Papin pernah memimpin jaringan supermarket Super U.
Inisiatif serupa Uni Eropa termasuk keputusan pada hari Kamis untuk memajukan bea masuk selama satu tahun atas paket bernilai rendah yang tiba di blok tersebut untuk menindak impor e-commerce murah dari Tiongkok.
Awal bulan ini, pengawas konsumen Prancis memicu kemarahan terhadap Shein ketika mengatakan telah menemukan boneka seks seperti anak kecil, senjata seperti parang dan pisau, dan produk ilegal lainnya di pasar milik Tiongkok tersebut.
Seorang jaksa penuntut umum kemudian membuka penyelidikan terhadap Shein serta Temu, AliExpress, dan Wish atas berbagai potensi pelanggaran aturan.
Menyusul kehebohan atas pasar Shein, pemerintah Prancis memulai proses pemblokiran platform tersebut di negara tersebut, dengan Menteri Keuangan Roland Lescure mengancam akan menangguhkan situs web tersebut sepenuhnya di Prancis jika produk terlarang terus ditemukan untuk dijual.
Seminggu yang lalu, setelah mengakui Shein telah menarik semua produk terlarang dari situs webnya, pemerintah menangguhkan proses pemblokiran Shein dan mengatakan pihaknya sedang menyelidiki platform lain yang tidak diidentifikasi.
Sumber : CNA/SL