Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Didominasi Hujan, Aktivitas Ekonomi Berpotensi Tertahan

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co ktivitas ekonomi di wilayah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (11 Februari 2026) berpotensi mengalami perlambatan sementara seiring prakiraan cuaca yang didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di seluruh kabupaten/kota administrasi.

Berdasarkan prakiraan cuaca harian, hujan ringan diperkirakan mengguyur mayoritas wilayah ibu kota, meliputi Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Jakarta Selatan.

Secara rinci, suhu udara di DKI Jakarta berada pada rentang relatif sejuk hingga hangat, yakni antara 24–31 derajat Celsius. Kepulauan Seribu mencatat suhu 26–28 °C dengan kelembapan 79–85%. Jakarta Pusat berkisar 25–30 °C (kelembapan 70–91%), Jakarta Utara 26–29 °C (74–88%), Jakarta Barat 24–30 °C (69–93%), Jakarta Timur 24–30 °C (67–95%), dan Jakarta Selatan 24–31 °C dengan tingkat kelembapan tertinggi mencapai 96%.

Kondisi kelembapan yang relatif tinggi di seluruh wilayah mencerminkan potensi curah hujan berkelanjutan, terutama pada siang hingga malam hari, yang lazim berdampak pada mobilitas tenaga kerja, distribusi logistik, serta aktivitas perdagangan ritel.

Dari sisi sektoral, cuaca hujan umumnya memengaruhi kinerja transportasi dan pergudangan, memperlambat waktu tempuh distribusi barang, serta menambah biaya operasional. Sektor informal, konstruksi, dan UMKM berbasis aktivitas luar ruang juga berpotensi mengalami penurunan produktivitas harian.

Namun demikian, di tengah perlambatan jangka pendek tersebut, sejumlah sektor justru diuntungkan. Permintaan terhadap layanan transportasi daring, pengantaran makanan, serta produk kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat saat curah hujan tinggi. Selain itu, konsumsi listrik dan telekomunikasi biasanya ikut terdorong seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di dalam ruangan.

Pelaku usaha diimbau mengantisipasi potensi gangguan cuaca melalui penguatan manajemen rantai pasok, penyesuaian jadwal distribusi, serta optimalisasi kanal penjualan digital guna menjaga stabilitas pendapatan harian.

Dengan prakiraan hujan yang merata di ibu kota, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku ekonomi menjadi kunci untuk memastikan kelancaran aktivitas bisnis, terutama dalam menjaga infrastruktur drainase, kelancaran lalu lintas, dan ketahanan pasokan barang kebutuhan pokok. (Sn)

Scroll to Top