Prakiraan Cuaca DKI Jakarta, Aktivitas Ekonomi Berpotensi Tertahan Hujan

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Aktivitas perekonomian di wilayah DKI Jakarta pada Selasa (10/2/2026) diperkirakan menghadapi sejumlah tantangan seiring dominasi cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai sedang di mayoritas kota administrasi.

Berdasarkan prakiraan cuaca harian, hujan diprediksi turun di sejumlah pusat kegiatan bisnis dan perdagangan, yang berpotensi memengaruhi mobilitas tenaga kerja, distribusi logistik, hingga kinerja sektor informal.

Wilayah Kota Jakarta Pusat—sebagai episentrum perkantoran dan jasa keuangan—diperkirakan mengalami hujan ringan dengan suhu berkisar 25–29°C dan tingkat kelembapan 72–91%. Kondisi ini berpotensi menahan aktivitas pejalan kaki, sektor ritel jalanan, serta layanan berbasis mobilitas.

Sementara itu, Kota Jakarta Barat, yang dikenal sebagai salah satu simpul perdagangan dan pergudangan, juga diprakirakan diguyur hujan ringan dengan suhu 24–29°C dan kelembapan relatif tinggi 72–93%. Curah hujan meski ringan berisiko memperlambat distribusi barang, khususnya pada jam sibuk.

Di Kota Jakarta Selatan, yang menjadi pusat ekonomi kreatif, perkantoran swasta, dan kawasan komersial, hujan diprediksi turun dengan intensitas sedang. Suhu berada di rentang 24–29°C dengan kelembapan 70–96%—tertinggi di antara wilayah lain. Kondisi ini dapat memengaruhi okupansi pusat perbelanjaan, kafe, serta transportasi daring.

Adapun Kota Jakarta Timur diperkirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 24–29°C dan kelembapan 71–93%, berpotensi berdampak pada aktivitas kawasan industri dan distribusi logistik darat.

Berbeda dengan wilayah daratan utama, Administrasi Kepulauan Seribu diprakirakan hanya mengalami cuaca berawan dengan suhu 27–28°C dan kelembapan 77–81%. Kondisi ini relatif lebih kondusif bagi aktivitas pariwisata bahari dan perikanan tangkap skala kecil.

Secara umum, kombinasi hujan dan kelembapan tinggi di Jakarta diperkirakan:

  • Menekan mobilitas komuter pada jam berangkat dan pulang kerja

  • Memengaruhi kinerja transportasi dan logistik perkotaan

  • Mengurangi trafik kunjungan ritel offline

  • Mendorong peningkatan transaksi ekonomi digital dan layanan pesan-antar

Pelaku usaha diimbau mengantisipasi perlambatan aktivitas harian dengan memperkuat layanan daring, manajemen stok, serta penyesuaian jadwal distribusi.

Dengan curah hujan yang masih mendominasi di awal pekan, stabilitas produktivitas sektor jasa dan perdagangan Jakarta akan sangat bergantung pada kelancaran transportasi serta mitigasi genangan di titik-titik rawan ibu kota. (Sn)

Scroll to Top