Jakarta|EGINDO.co Cuaca hujan masih mendominasi wilayah Provinsi DKI Jakarta pada Selasa, 13 Januari 2026. Berdasarkan prakiraan cuaca kabupaten dan kota, sebagian besar wilayah ibu kota diperkirakan mengalami hujan ringan hingga hujan sedang, dengan suhu udara relatif sejuk dan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.
Di wilayah Administrasi Kepulauan Seribu, cuaca diprakirakan hujan ringan dengan suhu berkisar 26–28 derajat Celsius dan tingkat kelembapan udara antara 74–86 persen. Kondisi ini relatif kondusif, namun tetap memerlukan kewaspadaan bagi aktivitas kelautan dan pariwisata.
Untuk wilayah daratan, Kota Jakarta Pusat diperkirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 24–28 derajat Celsius dan kelembapan 75–88 persen. Sementara itu, Jakarta Utara juga berpotensi diguyur hujan ringan, dengan suhu sedikit lebih rendah di kisaran 24–27 derajat Celsius dan kelembapan 77–88 persen.
Adapun Jakarta Barat dan Jakarta Selatan diprakirakan mengalami hujan sedang, masing-masing dengan suhu udara 23–28 derajat Celsius dan 24–28 derajat Celsius, serta kelembapan yang relatif tinggi hingga 90 persen di sejumlah titik. Kondisi serupa berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas dan aktivitas luar ruang di kedua wilayah tersebut.
Sementara itu, Jakarta Timur diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu 24–28 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 74–87 persen.
Dampak terhadap Aktivitas Ekonomi dan Mobilitas
Cuaca hujan yang relatif merata di wilayah DKI Jakarta berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Aktivitas sektor jasa, perdagangan ritel, serta distribusi barang diperkirakan tetap berjalan, namun dengan penyesuaian operasional guna mengantisipasi potensi keterlambatan akibat kondisi cuaca.
Bagi sektor transportasi dan logistik, hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah menuntut peningkatan kewaspadaan, terutama dalam menjaga ketepatan waktu distribusi. Di sisi lain, aktivitas ekonomi berbasis digital dan layanan daring diperkirakan tetap stabil, seiring meningkatnya adaptasi masyarakat terhadap kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Pemerintah daerah dan pelaku usaha diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca serta mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan potensi gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Dengan kesiapsiagaan yang memadai, dampak cuaca terhadap roda perekonomian diharapkan dapat ditekan secara optimal. (Sn)