Palembang|EGINDO.co Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan bertolak ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin (24/8/2026). Kedatangan Kepala Negara ini bertujuan untuk memantau langsung serta memimpin koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang eskalasinya kian meluas di wilayah Bumi Sriwijaya.
Agenda kunker Presiden tersebut disampaikan seiring dengan lonjakan drastis titik panas (hotspot) yang tercatat menyentuh 1.742 titik. Kondisi kebakaran yang belum mereda ini menyebabkan paparan kabut asap tebal menyelimuti wilayah metropolitan Palembang dan sekitarnya.
Kualitas Udara Memburuk ke Level Tidak Sehat
Berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Minggu (23/8/2026), kualitas udara di Bumi Sriwijaya sempat menyentuh angka 195. Angka ini secara resmi masuk ke dalam kriteria merah atau kategori “Tidak Sehat”.
Kabut asap pekat tidak hanya memperpendek jarak pandang pengendara, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat umum. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menembus angka 9.313 penderita dalam rentang waktu terdekat.
Guna mengantisipasi bahaya penyakit pernapasan yang kian meluas, otoritas kesehatan mengimbau warga agar:
Membatasi seluruh kegiatan dan rutinitas di luar ruangan.
Selalu mengenakan masker standar medis saat beraktivitas di ruang terbuka.
Menjaga hidrasi dan daya tahan tubuh.
Langkah taktis penanganan darurat terus diupayakan di lapangan, termasuk pemadaman jalur udara (water bombing) oleh TNI AU untuk mengendalikan sebaran titik api. Kehadiran Presiden Prabowo di Palembang diharapkan mampu mempercepat penyiapan sarana dan prasarana mitigasi serta koordinasi lintas instansi dalam mengatasi bencana asap tahunan ini.
(Informasi selengkapnya mengenai perkembangan mitigasi karhutla dan imbauan kesehatan wilayah Sumatera Selatan dapat dipantau melalui pemberitaan resmi Kompas.tv dan Kantor Berita [suspicious link removed]).
Lihat bagaimana helikopter water bombing dikerahkan dalam pemadaman kebakaran melalui Liputan Pemadaman Karhutla TNI AU. Video ini sangat relevan karena memperlihatkan langsung upaya taktis pemadaman api dari udara yang tengah gencar dilakukan pemerintah di area terdampak bencana. (Sn)