Prabowo Evaluasi Desain dan Fungsi IKN, Proyek Triliunan Tetap Berjalan

Prabowo Koreksi Desain dan Fungsi IKN Demi Efektivitas Ibu Kota Baru
Prabowo Koreksi Desain dan Fungsi IKN Demi Efektivitas Ibu Kota Baru

Jakarta|EGINDO.co Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dan memberikan sejumlah catatan terkait desain serta fungsi kawasan inti pemerintahan. Langkah tersebut menegaskan adanya penyesuaian strategis dalam pembangunan IKN, khususnya untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang, tanpa mengubah komitmen negara terhadap kelanjutan proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.

Pihak Istana Kepresidenan menegaskan bahwa koreksi yang disampaikan Presiden Prabowo tidak dimaknai sebagai perubahan arah pembangunan secara fundamental. Kepala Sekretariat Presiden Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa istilah “desain” yang disampaikan Presiden mencakup pengertian yang luas, termasuk tata ruang, fungsi bangunan, hingga mitigasi risiko iklim.

“Desain itu dalam pengertian yang komprehensif, tidak semata-mata bentuk fisik bangunan, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut mampu mengantisipasi suhu ekstrem dan potensi kebakaran hutan,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dari perspektif ekonomi, evaluasi tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat efisiensi belanja negara sekaligus menjaga nilai investasi jangka panjang. Penyesuaian desain yang adaptif terhadap kondisi lingkungan dinilai dapat menekan biaya pemeliharaan, mengurangi risiko kerusakan aset, serta meningkatkan daya tarik investasi swasta yang selama ini menjadi salah satu pilar pembiayaan IKN.

Pemerintah menegaskan bahwa transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Prabowo tidak mengganggu kesinambungan proyek. Pembangunan IKN tetap dilanjutkan sesuai rencana besar nasional, dengan fokus pada penguatan fungsi sebagai pusat pemerintahan sekaligus motor pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Keberlanjutan proyek ini juga dipandang penting bagi stabilitas sektor konstruksi, penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan kawasan industri dan jasa pendukung di Kalimantan Timur. Dengan nilai investasi yang sangat besar, IKN masih menjadi salah satu pengungkit utama perputaran ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan demikian, koreksi yang disampaikan Presiden Prabowo lebih mencerminkan pendekatan kehati-hatian fiskal dan keberlanjutan pembangunan, bukan perubahan komitmen. Pemerintah memastikan bahwa IKN tetap menjadi proyek strategis nasional yang dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi jangka panjang, sekaligus lebih tangguh menghadapi tantangan lingkungan. (Sn)

Scroll to Top