Jakarta|EGINDO.co Prabowo Subianto menyatakan pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Special Financial Center (pusat finansial khusus) sebagai strategi untuk menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia. Langkah ini dinilai penting di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik di berbagai kawasan.
Dalam rapat kerja pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini masih mengkaji lokasi paling tepat untuk pengembangan kawasan tersebut. Salah satu wilayah yang memiliki peluang besar adalah Bali, mengingat daya tarik internasional dan infrastruktur pariwisatanya yang telah dikenal luas.
Menurut laporan sejumlah media seperti Bloomberg dan Reuters, Indonesia dipandang sebagai salah satu destinasi investasi yang relatif aman di tengah meningkatnya tensi global, termasuk konflik di Eropa dan Timur Tengah. Stabilitas ekonomi domestik, pertumbuhan yang terjaga, serta reformasi struktural menjadi faktor penopang kepercayaan investor asing.
Rencana pembentukan pusat finansial khusus ini diharapkan dapat meniru kesuksesan kawasan serupa di negara lain, seperti Dubai International Financial Centre (DIFC) atau Singapore Financial Hub, yang mampu menarik arus modal global melalui regulasi yang kompetitif, insentif pajak, serta kemudahan perizinan.
Pemerintah menilai keberadaan pusat finansial khusus akan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub ekonomi regional, sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan devisa negara. Selain itu, kawasan ini juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi perusahaan multinasional untuk mengelola investasi mereka di Asia Tenggara.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kepastian hukum, stabilitas kebijakan, serta kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk sistem keuangan yang terintegrasi dan sumber daya manusia yang kompeten.
Dengan rencana ini, Indonesia menunjukkan ambisi untuk naik kelas dalam peta keuangan global, memanfaatkan momentum pergeseran arus investasi akibat dinamika geopolitik dunia. (Sn)