Jakarta|EGINDO.co Presiden Joko Widodo (Prabowo Subianto) memutuskan untuk menunda kehadirannya dalam parade militer di Beijing, Tiongkok, yang diundang oleh Presiden Xi Jinping pada 3 September 2025. Keputusan ini disampaikan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Sabtu malam.
Menurut penjelasan Prasetyo, sejak awal Presiden berencana memenuhi undangan tersebut, yang juga sejalan dengan jadwal pidato di Sidang Umum PBB di New York pada akhir September. Namun, eskalasi demonstrasi massa di berbagai wilayah memaksa beliau untuk tetap berada di dalam negeri demi memantau penanganan secara langsung.
Prasetyo menegaskan:
“Dengan kerendahan hati dan permohonan maaf kepada pemerintah Tiongkok, Presiden memutuskan belum dapat menghadiri undangan tersebut. Beliau ingin memantau, memimpin, dan mencari solusi terbaik secara langsung.”
Gelombang demonstrasi ini bermula pada 25–28 Agustus 2025, dipicu oleh polemik tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan, yang dinilai berlebihan di tengah kesulitan ekonomi rakyat. Aksi kian memanas ketika seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal dunia tertabrak kendaraan taktis Brimob saat aksi berlangsung.
Sejumlah tokoh publik juga memberikan pendapat kritis atas rencana kunjungan itu. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus diplomat Dino Patti Djalal menyarankan agar Presiden tetap berada di Indonesia karena “hati rakyat sedang pedih dan gelisah”, dan kunjungan ke luar negeri saat ini dapat diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri.
Selain itu, pengamat mencatat bahwa pemerintah berupaya meredam amarah massa dengan mengambil langkah konkret. Presiden Prabowo bahkan menyambangi rumah duka Affan untuk menyampaikan belasungkawa dan berjanji menegakkan keadilan secara transparan.
Sebelumnya, undangan dari Presiden Xi Jinping itu ditujukan untuk memperingati 80 tahun kemenangan Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia Anti-Fasis, dengan parade militer yang melibatkan persenjataan mutakhir, termasuk tank generasi keempat, jet tempur, rudal hipersonik, dan drone intelijen.
Sumber: Bisnis.com/Sn