Jakarta | EGINDO.com – Posisi emiten pulp dan kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dalam memasuki tahun 2026 dimana harga pulp mengalami pelonjakan yang signifkan di pasar global.
Menurut sejumlah analis prospek emiten pulp dan kertas seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT Tjiwi Kimia Tbk, sangat dipengaruhi oleh dinamika harga pulp global, arah permintaan industri, serta kemampuan masing-masing perusahaan dalam menjaga efisiensi dan positioning produk.
Kenaikan harga pulp global memiliki dampak dua sisi bagi emiten pulp dan kertas. INKP dan TKIM yang terintegrasi, kenaikan harga pulp tidak sepenuhnya menjadi tekanan. Hal itu disebabkan INKP, TKIM punya fasilitas pulp sendiri dan akses bahan baku yang stabil.
Disamping itu integrasi hulu membantu menjaga struktur biaya ketika kenaikan harga pulp sehingga penyesuaian harga jual pulp global justru dapat memberikan dorongan positif terhadap segmen pulp untuk emiten INKP, TKIM.
Sementara itu sisi permintaan, outlook kertas industri pada 2026 dinilai relatif sehat meski lebih selektif. Digitalisasi terus menekan permintaan kertas cetak dan tulis, tetapi segmen kemasan, karton industri, serta kertas bernilai tambah menjadi penopang. INKP dan TKIM dinilai berada dalam posisi strategis dengan portofolio produk yang lebih terdiversifikasi.
Meski demikian INKP dan TKIM tetap terpapar risiko ekspor hal itu disebabkan adanya sentimen yang cukup kuat untuk mendorong kenaikan harga secara berkelanjutan, sehingga investor perlu lebih selektif.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk perusahaan yang justru diuntungkan karena terintegrasi dari sisi hulu disebabkan terintegrasi sehingga lonjakan harga pulp akan menjadi katalis positif untuk mempertebal margin. INKP dapat mengontrol biaya produksi sekaligus mendapat manfaat dari kenaikan harga jual produk ditambah dengan adanya pelemahan rupiah memberikan keuntungan kurs bagi emiten berbasis ekspor.
Sebagaimana diketahui bahwa permintaan karton kemasan dan tisu secara global diproyeksikan tumbuh dengan CAGR mendekati 4 persen dimana di Indonesia, pasar kemasan kertas berpotensi tumbuh sekitar 6 persen seiring kuatnya konsumsi rumah tangga. Kemudian pasar China, yang menyerap lebih dari sepertiga suplai pulp dunia, masih menjadi tujuan utama ekspor sehingga kapasitas produksi emiten domestik diperkirakan tetap terserap. Bagi INKP satu peluang besar dalam pasar global dan INKP telah ekspansi transformasional, bergeser ke kertas industri yang marginnya lebih tinggi dan permintaannya lebih stabil.
Meski prospek cerah, regulasi perdagangan internasional seperti tarif impor Amerika Serikat dan pengetatan standar lingkungan Eropa juga dinilai perlu diwaspadai. Untuk itu emiten pulp dan kertas yang berinvestasi dalam efisiensi energi dan teknologi hijau disebut berpeluang lebih baik dalam mengakses pendanaan dan mempertahankan daya saing.@
Bs/fd/timEGINDO.com