Ciamis|EGINDO.co Polres Ciamis mengadakan forum diskusi di Aula Pesat Gatra, Kamis (2/10/2025), yang mempertemukan aparat kepolisian, guru, pihak sekolah, serta insan pers. Forum ini membahas dua isu utama, yakni pencegahan aksi anarkisme di kalangan pelajar dan penerapan kode etik jurnalistik.
Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengawasi aktivitas pelajar, terutama di luar jam sekolah. Menurutnya, lemahnya pengawasan sering menjadi pemicu pelajar terlibat dalam aksi anarkis.
“Guru dan orang tua harus lebih peka agar pelajar tidak mudah terpengaruh ajakan atau mobilisasi yang tidak jelas, termasuk potensi intimidasi antar siswa,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, mengungkap data terbaru terkait demonstrasi di depan DPRD Ciamis pada 30 Agustus 2025. Dari 38 orang yang diamankan, sebagian besar adalah pelajar. Aparat juga menemukan grup WhatsApp khusus yang digunakan untuk memprovokasi dan mengajak siswa melakukan perusakan.
Dari sisi media, Ketua PWI Ciamis, Anthika Asmara, mengingatkan pentingnya kode etik jurnalistik agar berita tidak menimbulkan keresahan. “Kalau ada oknum wartawan datang ke sekolah, jangan panik. Pastikan dulu medianya jelas dan hadapi dengan tenang,” katanya.
Ketua IJTI Galuh Raya, Yosep Trisna, menambahkan produk siaran media selain terikat kode etik juga harus mematuhi aturan KPI. “Narasi media harus jernih, mendidik, dan tidak memicu kegaduhan,” ujarnya.
Isu serupa juga menjadi perhatian di daerah lain. Polres Bogor, misalnya, mencatat maraknya tawuran pelajar yang dipicu interaksi di media sosial. Polisi setempat menemukan sebagian besar perkelahian dipicu tantangan melalui grup pesan instan.
Sementara itu, Dewan Pers dalam keterangan resminya menekankan agar media berhati-hati saat meliput kasus yang melibatkan pelajar. Pemberitaan berlebihan dikhawatirkan memunculkan stigma negatif sekaligus menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Melalui forum ini, Polres Ciamis berharap dapat memperkuat sinergi antara aparat, sekolah, orang tua, dan media dalam menjaga lingkungan yang aman bagi generasi muda serta memastikan ruang informasi tetap sehat. (Sadarudin)