Pola Makan Sehat Islami, Sesuai dengan Medis

Pola Makan
Pola Makan

Oleh: Dra. Yusna Hilma Sinaga

LEBIH empat belas abad yang lalu, ketika ilmu kedokteran belum seperti sekarang ini sesungguhnya ajaran Agama Islam telah mengajarkan tentang hidup sehat dengan pola makan sehat secara Islami. Secara fitrah semua manusia mendambakan hidup sehat karena semua orang, tidak ada yang mau sakit. Namun, faktanya banyak orang yang sakit.

Umumnya orang yang sakit karena kurang menghargai kesehatan dan memelihara kesehatan yang dimilikinya. Buktinya, sedikit yang mau menjaga kesehatannya. Pada hal secara medis lebih baik mencegah penyakit dari pada mengobati. Bila tidak ingin sakit maka jagalah kesehatan yang telah diberikan Allah SWT. Menjaga kesehatan berarti dalam selalu sehat atau tidak sakit. Nabi Muhammad SAW selama hidupnya hanya dua kali sakit ringan, lebihnya hidup sehat. Nabi Muhammad SAW selaku manusia senantiasa menjaga kesehatannya.

Banyak ayat Al-Qur’an dan hadist Nabi Besar Muhammad SAW tentang menjaga kesehatan agar selalu sehat atau tidak sakit. Satu diantaranya hadist Nabi Besar Muhammad SAW yang artinya,”Makanlah sebelum lapar dan berhenti makanlah sebelum kenyang.”

Hadist Nabi Muhammad SAW sudah ada lebih empat belas abad yang lalu dan hari ini secara medis terbukti pola makan sehat itu adalah pola makan berimbang. Hadist Nabi Muhammad SAW ini berbicara tentang etika makan yang berhubungan erat dengan masalah perut. Ternyata perut merupakan sumber penyebab berbagai penyakit bila tidak dikelola dengan baik dan benar.

Dalam ajaran Agama Islam, banyak cara mengelola perut agar tetap dalam kondisi baik, satu diantaranya dengan melaksanakan ibadah puasa. Hal itu sangat jelas dan tegas bahwa makna yang terkandung dari perintah ibadah puasa ternyata memiliki dampak besar kepada kesehatan.

Baca Juga :  Upah Minimum Australia Naik 5,75% Sebab Biaya Hidup Melonjak

Nabi Besar Muhammad SAW bersabda yang artinya,”Berpuasalah Kamu supaya sehat” Hadist Nabi Muhammad SAW ini bermakna bahwa berpuasa itu menyehatkan tubuh. Ibadah puasa disamping memperoleh pahala juga memperoleh kesehatan tubuh yang baik. Ternyata secara totalitas ajaran Agama Islam bertujuan untuk mendidik umat Islam untuk hidup sehat.

Konsep pola makan yang Islami, telah terbukti secara medis benar menyehatkan tubuh, jadi tidak semata-mata hanya mendapatkan pahala dari Allah SWT. Ternyata secara medis terbukti bahwa makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang mampu mencegah berbagai macam penyakit, satu diantara penyakit Maag yang sudah sangat familier bagi masyarakat Indonesia.

Pola makan sehat Islami yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadist Nabi Muhammad SAW mampu menjaga kesehatan manusia. Hadist Nabi Besar Muhammad SAW yang artinya,”Makanlah sebelum lapar dan berhenti makanlah sebelum kenyang” ternyata bisa menjaga kesehatan manusia sejak lahir (baby) sampai kepada manusia lanjut usia (lansia).

Secara medis berbagai penyakit yang diderita manusia bermula dari perlakuan dalam mengkonsumsi makanan, tidak mengikuti pentunjuk yakni Pola Makan Sehat Islami. Jika perut menjadi pemicu utama timbulnya berbagai penyakit maka memelihara perut yang sehat dengan polo makan sehat Islami. Kini banyak orang yang pola makannya tidak teratur waktunya dan dibebani berbagai target agar orang terhindar dari berbagai penyakit. Satu diantaranya penyakit Maag dan yang lainnya.

Sementara itu masyarakat Indonesia sangat akrab dengan penyakit Maag sebab penyakit Maag sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Apa bila terasa sakit pada bagian perut (lambung) lantas dikatakan penyakit Maag sebab kata Maag berasal dari Bahasa Belanda yang artinya lambung atau perut.

Baca Juga :  Sinar Mas Land Konsisten Hadirkan Hunian Hijau Eksklusif

Penyakit Maag secara medis disebut Dyspepsia yang artinya kumpulan keluhan atau gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak, sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Bila disebut kumpulan keluhan maka banyak diagnosa (dugaan) penyebab dari keluhan pada bagian atas perut itu dan umumnya bermuara kepada terjadinya luka pada lambung atau pada usus dua belas jari. Awal mulanya dari kumpulan keluhan tidak enak pada bagian perut atas ini akibat dari terjadinya produksi asam lambung yang berlebihan maka muncul rasa nyeri ulu hati pada waktu tertentu seperti saat merasa lapar dan tidak enak ketika merasa kenyang.

Berbagai keluhan lanjut terjadi seperti rasa mudah kenyang, mual, kembung dan sendawa dan terkadang muntah. Berbagai keluhan klinis pada bagian perut atas yang dikatakan masyarakat awam dengan penyakit Maag, secara medis harus diperiksa lagi untuk memastikan penyebabnya baru dapat dilakukan tindakan medis pengobatan terhadap keluhan tersebut.

Kembali kepada hadist Nabi Besar Muhammad SAW yang mengatakan,”Makanlah sebelum lapar dan berhenti makanlah sebelum kenyang” akan menjawab berbagai keluhan tersebut sebab secara medis hadist Nabi Besar Muhammad SAW itu dapat dibuktikan dan teruji secara klinis.

Hal ini karena semua penyakit pada dasarnya dapat dicegah yang dalam medis disebut preventif, dan bila tidak bisa lagi dicegah maka dilakukan tindakan pengobatan yang disebut kuratif. Subhannallah, ternyata hadist Nabi Besar Muhammad SAW dapat dibuktikan secara medis sebab berbagai keluhan klinis itu disebabkan jumlah asam lambung yang tinggi di dalam lambung. Sedangkan jumlah asam lambung bisa meningkat ketika makan dan ketika tidak makan (berpuasa) produksi asam lambung kembali normal.

Baca Juga :  KPK Panggil Delapan Saksi Kasus TPPU Mantan Bupati Mojokerto

Secara medis asam lambung harus diproduksi lambung karena sangat penting dalam proses pencernaan makanan sebab tanpa asam lambung, makanan tidak dapat dicerna dengan baik dan yang paling penting zat-zat gizi pada makanan tidak dapat diserap dengan baik oleh tubuh. Masalahnya produksi asam lambung yang diproduksi lambung harus dalam jumlahnya seimbang dan tidak boleh berlebihan. Berdasarkan medis maka hadist Nabi Besar Muhammad SAW yang mengatakan,”Makanlah sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang,” pasti dapat menstabilkan jumlah asam lambung yang diproduksi lambung untuk proses pencernaan dan menyerapan zat-zat gizi oleh tubuh.

Ternyata proses produksi asam lambung berkaitan erat dengan pola makan seseorang. Pola makan kita (Anda) umumnya makan setelah lapar dan berhenti makan setelah kenyang sehingga produksi asam lambung oleh lambung tidak seimbang akibatnya jumlah asam lambung menjadi banyak. Pola makan yang diajarkan Nabi Besar Muhammad SAW sangat tepat dan dapat mencegah penyakit Maag dan hadist Nabi Muhammad SAW yang mengatakan,”Berpuasalah Kamu supaya sehat,” memberikan makna menetralisir asam lambung yang terlanjut jumlahnya berlebih di lambung. Subhannallah, pola makan Islami sesuai dengan medis.

***

Penulis pemerhati masalah kesehatan dan agama, alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara

Bagikan :