Pogacar Juara Time Trial Monako, Awal Cemerlang di Vuelta

Tadej Pogacar - Slovenia
Tadej Pogacar - Slovenia

Monte Carlo | EGINDO.co – Tadej Pogacar langsung menunjukkan taringnya saat memulai upaya memenangkan Vuelta a Espana untuk pertama kalinya, dengan merebut kemenangan pada etape *time trial* pembuka di Monako pada hari Sabtu.

Hanya berselang dua bulan lebih sedikit setelah deru mesin mobil Formula Satu menggema di jalanan wilayah kerajaan yang glamor itu, pembalap sepeda tercepat di dunia ini mengandalkan kekuatan kaki dan paru-parunya semata untuk menegaskan dominasinya.

Tujuh tahun setelah satu-satunya penampilan sebelumnya di balapan Spanyol tersebut—dan sejak saat itu ia telah memenangkan lima gelar Tour de France serta satu gelar Giro d’Italia—pembalap tim UAE Emirates ini langsung unjuk gigi dan memupus harapan pembalap Inggris, Ethan Hayter.

Hayter sempat digadang-gadang bakal memenangkan *time trial* sepanjang 9,4 km tersebut dan merebut *jersey* merah pada edisi ke-81 Vuelta ini.

Namun, Pogacar asal Slovenia—yang tampil sebagai pembalap kedua terakhir dari total 184 peserta—memiliki rencana lain saat ia meluncur turun dari *ramp* start yang terletak di lantai marmer kasino mewah Monte Carlo.

Tak banyak yang berani bertaruh melawan pembalap yang mendominasi Tour de France bulan lalu hingga menyamai rekor para legenda masa lalu, meskipun catatan waktunya sempat tertinggal tipis di titik-titik pemeriksaan (*split times*).

Akan tetapi, ia melakukan akselerasi luar biasa di tikungan-tikungan terakhir untuk mengamankan kemenangan ke-20-nya musim ini.

Pembalap Inggris, Josh Tarling, finis di posisi ketiga tercepat dalam momen yang emosional, setelah memutuskan untuk tetap bertanding hanya delapan hari pasca-kematian saudaranya yang berusia 19 tahun, Fin, di ajang Volta a Portugal.

“Sungguh luar biasa dia ada di sini; dia sangat bersemangat untuk membalap dan kembali menjalani rutinitas pekerjaannya,” ujar direktur balap tim Netcompany-Ineos, Geraint Thomas, kepada TNT Sports.

“Sulit membayangkan apa yang telah ia lalui selama sepekan terakhir, dan penampilan seperti itu membuktikan kualitas kelas dunianya. Kami akan berusaha bersikap wajar di dekatnya dan memberikan dukungan sebaik mungkin.”

Monako menjadi lokasi start ketujuh di luar Spanyol bagi Vuelta, sekaligus yang keempat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, menyusul Piemonte (tahun lalu), Lisbon (2024), dan Utrecht (2022).

Lokasi ini menjadi titik awal yang tepat bagi *Grand Tour* terakhir tahun ini, sebuah ajang yang berpotensi mengantarkan Pogacar menjadi pembalap kesembilan yang berhasil memenangkan ketiga *Grand Tour* tersebut. Setelah awal yang relatif ringan, tantangan akan segera meningkat pada hari Minggu melalui etape berbukit sepanjang 214 km dari Monako ke Manosque.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top