Madrid | EGINDO.co – Tadej Pogacar ingin mewujudkan “impian besar” dengan menambahkan gelar Vuelta a Espana ke dalam koleksi trofinya saat ia kembali mengikuti balapan tersebut untuk pertama kalinya sejak 2019.
Vuelta menjadi satu-satunya Grand Tour yang belum dimenangkan oleh pembalap berusia 27 tahun itu, yang bulan lalu menyamai rekor lima gelar Tour de France dan juga meraih kemenangan di Giro d’Italia pada tahun 2024.
Kemenangan ini akan menjadikan Pogacar pembalap kesembilan yang memenangkan ketiga ajang Grand Tour, sebuah pencapaian yang sebelumnya diraih oleh rivalnya, Jonas Vingegaard, pada awal tahun ini lewat kemenangannya di Giro d’Italia.
“Jarak waktunya cukup singkat setelah Tour de France untuk datang ke sini, tetapi saya memiliki waktu yang cukup untuk pemulihan, dan balapan ini dimulai tak jauh dari rumah saya,” ujar Pogacar kepada para wartawan pada hari Kamis.
“Saya sangat menantikannya; ini adalah satu target yang belum tercapai dalam karier saya, jadi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkannya.
“Memenangkan ketiga Grand Tour telah menjadi tujuan dan impian besar bagi saya selama beberapa tahun terakhir.”
Namun, pembalap asal Slovenia itu mengatakan bahwa ia tidak bisa membiarkan dirinya kehabisan tenaga sepenuhnya di Vuelta, mengingat masih ada Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Eropa, dan Il Lombardia yang menanti.
“Saya harus melihat kondisi fisik saya pada beberapa etape awal sembari tetap memikirkan tiga balapan besar setelahnya,” tambah pembalap UAE Team Emirates-XRG tersebut, yang finis di posisi ketiga pada satu-satunya penampilan sebelumnya di Vuelta—yang juga merupakan debut Grand Tour-nya.
“Saya tidak boleh mengakhiri balapan ini dalam kondisi fisik yang hancur total. Saya harus membalap dengan cerdas dan melihat bagaimana kami akan menyikapinya pada beberapa etape awal.”
Vuelta berlangsung dari 22 Agustus hingga 13 September dan dimulai di Monako.
Sumber : CNA/SL