PNM Diproyeksikan Jadi Penyalur Strategis KUR, Disiapkan Berstatus SMV Kementerian Keuangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta|EGINDO.co Rencana penguatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus dimatangkan pemerintah. Salah satu opsi yang mengemuka adalah menugaskan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai kanal distribusi utama pembiayaan bersubsidi tersebut.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, skema itu tengah dibahas bersama Danantara yang saat ini menaungi holding BUMN pembiayaan ultra mikro. Pembicaraan masih berlangsung dan belum memasuki tahap finalisasi.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (5/2/2026), Purbaya menyampaikan ketertarikannya menjadikan salah satu entitas di bawah Danantara sebagai penyalur KUR pemerintah, dengan PNM sebagai kandidat terkuat.

Ia menilai PNM memiliki kesiapan dari sisi model bisnis, pengalaman pembiayaan, hingga jangkauan nasabah mikro yang luas. Faktor tersebut membuat lembaga tersebut dinilai paling relevan untuk menjalankan mandat distribusi KUR yang berorientasi pada pemberdayaan pelaku usaha kecil.

Apabila rencana tersebut disetujui, PNM akan diarahkan menjalani transformasi kelembagaan menjadi Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. Status SMV umumnya diberikan kepada institusi yang menjalankan penugasan khusus negara, terutama dalam pembiayaan sektor prioritas dan program strategis nasional.

Selain itu, Purbaya juga membuka kemungkinan penguatan kapasitas penyaluran melalui langkah korporasi, termasuk penjajakan akuisisi bank penyalur KUR bila dibutuhkan. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya memperbesar skala pembiayaan sekaligus memastikan penyaluran kredit lebih efektif dan terarah.

Pengamat industri keuangan menilai, penunjukan PNM sebagai SMV berpotensi memperkuat rantai pembiayaan ultra mikro secara menyeluruh. Integrasi pendampingan usaha, akses modal, hingga peningkatan kelas debitur menuju perbankan dinilai akan semakin optimal.

Pemerintah sendiri terus menjadikan KUR sebagai instrumen utama dalam memperluas inklusi keuangan dan menjaga keberlanjutan sektor UMKM, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Sebagaimana dilaporkan Bisnis Indonesia dan Kontan, penguatan lembaga penyalur yang memiliki fokus pada segmen mikro menjadi faktor kunci agar target penyaluran KUR sekaligus pemberdayaan usaha kecil dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (Sn)

Scroll to Top