PNBP Terdongkrak, Akibat Harga Sawit Dan Minerba Melonjak

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Jakarta | EGINDO.co – Pertumbuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terdongkrak akibat harga sawit dan Minerba yang melonjak. Penerimaan negara tahun 2021 diproyeksikan sesuai target didukung oleh kinerja penerimaan pajak yang terus mengalami peningkatan sejalan dengan perbaikan ekonomi.

Selain itu, didorong juga oleh realisasi penerimaan cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tumbuh positif. Untuk PNBP dan kepabeanan cukai memiliki kinerja yang meningkat seiring kenaikan harga komoditas migas, minerba, dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Hal itu menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pada Konferensi Pers APBN Kita secara daring.

Katanya penerimaan PNBP hingga November 2021 sebesar Rp382,5 triliun atau 128,3 persen dari target APBN atau tumbuh 25,2% disbanding tahun lalu, pada periode yang sama. Dari sisi penerimaan yang lain, kepabeanan dan cukai tumbuh signifikan 26,58% yoy yaitu terealisasi Rp232,25 triliun atau 108,05% dari target APBN. Pertumbuhan ini didorong pertumbuhan bea masuk 18,25%, cukai 10,84%, dan bea keluar (BK) yang pertumbuhannya mencapai 819,49%.

Baca Juga :  13.544 Kasus Baru Covid-19 Di Singapura, 12 Meninggal

Sementara itu menurutnya penerimaan pajak hingga November 2021 mencapai Rp1082,6 triliun atau sekitar 88% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  (APBN), tumbuh 17% dibandung tahun 2020. Jumlah ini ditopang oleh pertumbuhan  pajak penghasilan minyak dan gas (PPh Migas) sebesar 57,7%, PPh Non Migas 12,6%, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 19,8%, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) minus 6,2%, dan pajak lainnya tumbuh hingga 79,7%.

Kata Sri, jika ditinjau lebih detail berdasarkan jenis pajak, pajak-pajak utama menunjukkan pertumbuhan positif pada November 2021. PPh 21 meningkat sejalan dengan perbaikan utilisasi tenaga kerja. PPh 22 impor membaik sejalan dengan peningkatan impor dan berkurangnya pemberian insentif PPh 22 impor untuk Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) tertentu.

Baca Juga :  Musk Akan Gandakan Tweet Setelah Kemenangan Pengadilan

Selain itu, PPh Badan tumbuh seiring berakhirnya pemberian insentif pengurangan angsuran pada mayoritas sektor dan membaiknya kinerja penerimaan sektor. Jika ditinjau lebih detail dari sektor utama, kinerja penerimaan sektoral pada seluruh sektor tumbuh positif. Dua sektor yang berkontribusi terbesar untuk penerimaan pajak yaitu manufaktur dan perdagangan masing-masing tumbuh hingga 35% dan 54,9%.@

Bs/TimEGINDO.co

 

Bagikan :
Scroll to Top