PLTS Terapung Cirata Jadi Etalase Percepatan Transisi Energi

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Purwakarta Jawa Barat
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Purwakarta Jawa Barat

Jakarta|EGINDO.co Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata akan menjadi etalase percepatan transisi energi. Hal itu mendukung pencapaian menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

“PLTS tersebut akan memberikan kontribusi NZE sebesar 245 GWh per tahun dan mengurangi emisi 214.000 ton per tahun. Kapasitasnya bisa dikembangkan lagi, total potensi maksimum 1,2 GWp apabila memanfaatkan 20 persen dari luas waduk Cirata,” kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif melalui keterangan resmi, ditulis Jumat (10/11/2023).

Pengembangan pembangkit Solar Photovoltaic (PV) skala besar ini, kata Arifin, bisa menjadi daya tarik industri. Khususnya, untuk membuat bahan baku solar PV dengan komponen yang berasal dari dalam negeri.

Baca Juga :  Vietnam Meminta Dukungan Asing Untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

“Harapannya, nanti bahan baku ke depan bisa dikembangkan di Indonesia. Supaya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)-nya bisa full,” ujarnya.

PLTS Terapung Cirata adalah hasil kolaborasi dua negara, yakni Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Proyek ini melibatkan subholding Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nusantara Power dengan Masdar dari UEA.

Arifin menekankan, untuk mendorong pengembangan PLTS Terapung di Indonesia, diperlukan sinergi antar semua pihak. Kerja sama dengan mitra internasional menjadi penting agar dapat membuka akses terhadap pendanaan energi bersih dan terbukti.

Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA, Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, menyampaikan selamat atas beroperasinya PLTS Terapung Cirata. Ia berharap kolaborasi antara Indonesia dan UEA bisa semakin solid ke depan.

Baca Juga :  VinFast Vietnam Bangun fasilitas EV $500 juta di India

“Proyek solar terapung Cirata merupakan tonggak sejarah bagi UEA untuk Indonesia dan Asia Tenggara. Karena menjadi PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara dan membuka potensi energi bersih Indonesia yang luar biasa besar,” ujar Thani.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :