PLN Dukung Kebutuhan Listrik Kereta Cepat

Kendaraan melintasi kontruksi tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berjajar di pinggir Jalan Tol Padaleunyi, Kota/Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (15/3/2021). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan PT Jasa Marga pada Senin, 15 Maret 2021 melakukan simulasi uji coba rute kendaraan pengangkut rel kereta cepat Jakarta-Bandung dari dermaga Tanjung Priok pukul 05.00 WIB tiba di tujuan Km 150+200 B Jalan Tol Padaleunyi pukul 12.30 WIB. Namun hingga sore, kendaraan pengangkut rel yakni kendaraan Multi-Axle Trailer 32 Axle itu tidak kunjung tiba di tujuan. Berdasarkan informasi, kendaraan tersebut tidak jadi melanjutkan perjalanan akibat menimbulkan kemacetan di Jalan Tol Cikampek.
Kendaraan melintasi kontruksi tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berjajar di pinggir Jalan Tol Padaleunyi, Kota/Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (15/3/2021). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan PT Jasa Marga pada Senin, 15 Maret 2021 melakukan simulasi uji coba rute kendaraan pengangkut rel kereta cepat Jakarta-Bandung dari dermaga Tanjung Priok pukul 05.00 WIB tiba di tujuan Km 150+200 B Jalan Tol Padaleunyi pukul 12.30 WIB. Namun hingga sore, kendaraan pengangkut rel yakni kendaraan Multi-Axle Trailer 32 Axle itu tidak kunjung tiba di tujuan. Berdasarkan informasi, kendaraan tersebut tidak jadi melanjutkan perjalanan akibat menimbulkan kemacetan di Jalan Tol Cikampek.

Jakarta | EGINDO.com          – PT PLN (Persero) Unit Induk pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) mendukung kebutuhan listrik Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC).

Kelistrikan KCIC bersumber dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Poncol Baru – Poncol Baru II dan Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Poncol Baru II.

General Manager PLN UIP JBB Ratnasari Sjamsuddin menuturkan dua proyek kelistrikan ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 165 miliar.

“Proyek ini memang dibangun untuk meningkatkan kapasitas penyaluran dan keandalan pasokan listrik khususnya di kota Bekasi, serta sebagai pemasok listrik untuk Gardu Traksi Halim KCIC,” tutur Ratna, Jumat (24/9/2021).

“Dibangun di Margahayu, Bekasi Timur, proyek ini menjadi salah satu infrastruktur kelistrikan yang juga memegang peran penting dalam memberi suplai kelistrikan andal khususnya di Kota Bekasi,” lanjutnya.

Ratnasari meneruskan, proyek ini mulai dibangun sejak tahun 2018.

“SUTT dan GIS ini dibangun dengan memanfaatkan lahan gedung eksisting PLN ULTG Bekasi, sehingga dalam prosesnya membutuhkan pembangunan gedung pengganti terlebih dahulu,” imbuhnya.

KCIC akan segera selesai pada penghujung 2021.

Sistem transportasi ini akan membawa percepatan mobilitas Jakarta – Bandung dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam.

Inovasi alat transportasi modern ini tentunya sangat membutuhkan suplai listrik yang terbaik dan dapat selalu diandalkan.

Di samping itu, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang dan Jasa mencapai angka 65,58 persen proyek ini menjadi salah satu infrastruktur yang sangat krusial dalam memperkuat sistem kelistrikan.

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Bagikan :
Baca Juga :  Kominfo Panggil Direksi BPJSKesehatan Terkait Kebocoran Data