Pilot Air India Jalani Tes Narkoba Setelah Pesawat Mengalami Penurunan Mendadak

Maskapai Penerbangan Air India
Maskapai Penerbangan Air India

Mumbai | EGINDO.co – Kementerian Penerbangan India menyatakan pada hari Minggu (9 Agustus) bahwa seorang pilot Air India—yang pesawatnya mengalami penurunan ketinggian secara drastis akibat turbulensi hingga melukai 17 penumpang dan awak—sedang menjalani tes konfirmasi untuk zat psikoaktif.

Pesawat Airbus A320 yang mengangkut 137 penumpang dan delapan awak tersebut kehilangan ketinggian sekitar 91 meter pada 4 Agustus saat terbang dari Phuket, Thailand, menuju New Delhi, sebelum akhirnya kembali stabil dan mendarat dengan selamat, menurut keterangan kementerian penerbangan sipil.

Delapan penumpang dan empat awak kabin dilarikan ke rumah sakit setelah mendarat di ibu kota India dalam kondisi yang dilaporkan “stabil”; setelah itu, kedua pilot menjalani tes skrining standar untuk zat psikoaktif, demikian bunyi pernyataan tersebut.

“Hasil tes skrining terhadap Pilot-in-Command (PIC) menunjukkan indikasi yang mengharuskan dilakukannya tes konfirmasi,” ungkap pernyataan itu.

“Oleh karena itu, sampel telah dikirim ke laboratorium yang ditunjuk untuk analisis konfirmasi, dan pihak maskapai kini menunggu laporan akhirnya.”

Kementerian menyatakan bahwa insiden penerbangan ini diklasifikasikan sebagai “insiden serius”, dan Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat (AAIB) India telah memulai penyelidikan.

Kedua pilot telah ditarik dari jadwal penerbangan sembari menunggu hasil penyelidikan.

“Tindakan lebih lanjut yang sesuai akan diambil berdasarkan hasil penyelidikan dan hasil tes konfirmasi,” tambah pernyataan tersebut.

Rekaman video pasca-kejadian memperlihatkan barang bawaan kabin berserakan di lorong pesawat. Beberapa korban luka dibawa ke rumah sakit menggunakan tandu.

Dalam pernyataan sebelumnya pada hari Minggu, Air India mengonfirmasi bahwa tes skrining pasca-penerbangan telah dilakukan terhadap para pilot, namun menyatakan bahwa hasilnya belum disampaikan kepada pihak perusahaan.

Insiden ini merupakan rangkaian kendala terbaru yang dihadapi maskapai India tersebut, yang baru saja menunjuk seorang eksekutif baru pada hari Rabu.

Sejak mengambil alih Air India pada tahun 2022, Tata Group India telah memulai perombakan besar-besaran yang ambisius, termasuk memesan ratusan pesawat dan memperbarui armada mereka yang sudah tua.

Meskipun maskapai ini berhasil memodernisasi operasional dan mengintegrasikan bisnis penerbangan grup, mereka menghadapi berbagai tantangan berkelanjutan, termasuk penundaan pengiriman pesawat dan penutupan wilayah udara akibat konflik India-Pakistan. Namun, pukulan terbesar bagi citra maskapai ini terjadi pada Juni 2025, ketika Penerbangan Air India 171—sebuah pesawat Boeing 787 Dreamliner yang menuju London—mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad; peristiwa ini menewaskan 241 dari 242 orang di dalam pesawat serta 19 orang di darat.

Kini, maskapai tersebut menunjuk mantan pimpinan Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam—sosok yang dikenal luas sebagai veteran industri yang mampu memulihkan kondisi perusahaan—sebagai CEO baru dalam upaya melakukan perbaikan menyeluruh.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top