Jakarta | EGINDO.com – Kehadiran pilar usaha group Sinarmas dalam gelaran Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025. Mewakili pilar usaha di bidang energi dan infrastruktur, Wakil Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, Lokita Prasetya saat tampil dalam sesi ‘Advancing Industrial Decarbonization: Technology and Innovation for a Net-Zero Future’ kembali menyuarakan pentingnya sinergi sedari proses transisi menuju ekonomi rendah karbon.
“Transformasi berlandaskan inovasi dan modernisasi proses operasional ramah lingkungan, selain memperkuat daya saing industri juga mendukung agenda dekarbonisasi. Dalam prosesnya dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha beserta lembaga keuangan guna memperluas adopsi energi terbarukan. Melalui dukungan kebijakan bagi pendanaan hijau, kami percaya akan semakin banyak entitas yang siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem energi hijau, seperti yang telah kami lakukan,” ujar Lokita dalam paparannya.
EGINDO.com mengutip siaran pers Sinarmas pada Jum’at (24/10/2025) menyebutkan semangat memberikan manfaat ke semua pihak menjadikan anjungan Sinarmas menggandeng para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan berikut produk mereka. Di lingkup Sinar Mas Agribusiness & Food mereka bernaung dalam program pendampingan Bright Future Initiative yang telah menjaring tidak kurang 100 pengusaha setempat.
Sementara pilar usaha dari lingkup telekomunikasi dan data, XLSmart sepanjang dua hari eksebisi, menghadirkan robot berbasis akal imitasi (artificial intelligence) bernama Xiao Qi hasil pengembangan ASIX Indonesia, sebuah akselarator AI buah kolaborasi Sinar Mas bersama China Mobile. Dirancang selaku spesialis pelayanan publik, Xiao Qi sepanjang dua hari perhelatan mempertunjukkan kemampuannya menjawab pertanyaan para pengunjung.
Pada kesempatan yang sama, Advisor President Office Sinar Mas Land, Ignesjz Kemalawarta, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan fondasi utama strategi bisnis perusahaan. “Sinar Mas Land konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di seluruh lini usaha, mulai dari desain kawasan, pembangunan produk, pemilihan material ramah lingkungan, efisiensi energi, hingga pengembangan rendah karbon. Kami berkolaborasi dengan Chandra Asri dalam penggunaan aspal berbahan campuran sampah plastik di BSD City dan Kota Deltamas, serta bekerja sama dengan pemerintah dan bank mitra melalui skema green loan pada proyek residensial berstandar green building. Konsep green and smart living juga kami terapkan pada kawasan yang mengacu pada standar GBCI, guna menciptakan lingkungan yang efisien, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ignesjz menambahkan bahwa saat ini perusahaan telah menerapkan green job untuk memastikan seluruh kegiatan operasional dan pengembangan sumber daya manusia selaras dengan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan, “Munculnya profesi-profesi baru di sektor hijau perlu diimbangi dengan peningkatan edukasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta perguruan tinggi. Di tingkat perusahaan, kami mendorong reorientasi kebijakan human capital agar mengutamakan kapasitas lingkungan dan keberlanjutan dalam proses rekrutmen, pelatihan green habit dan menanamkan pemahaman tentang sustainability sejak hari pertama kerja, serta memperkuat kolaborasi lintas fungsi agar nilai keberlanjutan tertanam dalam setiap individu di organisasi,” imbuhnya.@
Rel/fd/timEGINDO.com