Petani Sawit Kecewa, Anjlok Harga TBS Sawit Pekan Ini pada 15 Daerah Penghasil Sawit di Sumut

Pohon Kelapa Sawit berusia lanjut di Tebing Tinggi Sumatera Utara. (Foto: Fadmin Malau)
Pohon Kelapa Sawit berusia lanjut di Tebing Tinggi Sumatera Utara. (Foto: Fadmin Malau)

Medan | EGINDO.com – Anjlok harga TBS Kelapa Sawit pekan ini pada 15 daerah penghasil Kelapa Sawit di Sumut. Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit tertinggi di Sumatra Utara (Sumut) turun ke Rp 2.340 dari pekan lalu Rp 2.410/kg.

Sedangkan untuk harga tertinggi TBS kelapa sawit pekan ini masih diterima petani di Kabupaten Padanglawas (Palas) yakni Rp 2.410/kg. Sementara harga terendah-nya di Simalungun sebesar Rp 2.100/kg. Kemudian untuk harga rata-rata TBS sawit pada daerah penghasil sawit di Sumut pekan ini berkisar Rp 2.000 hingga Rp 2.400 dari pekan lalu Rp 2.840 hingga Rp 3.210/kg.

Pekan ini ada penurunan pada beberapa daerah penghasil Sawit membuat petani kelapa sawit menjerit seperti di Simalungun Rp 2.100/kg. Para petani yang ditemui EGINDO.com mengakui bingung dengan anjloknya harga TBS kelapa sawit. Disebutkan sejumlah petani anjloknya harga TBS sawit ditingkat petani rakyat bisa jadi disebabkan adanya kebijakan pemerintah yang akan membuat ekspor CPO lewat satu pintu.

Adapun secara rinci, harga TBS pada 15 daerah penghasil sawit di Sumut pekan ini, adalah sebagai berikut: 1. Langkat Rp 2.155/kg. 2. Deli Serdang Rp 2.130/kg. 3. Serdang Bedagai Rp 2.280/kg.  4. Simalungun Rp 2.100/kg. 5. Batubara Rp 2.100/kg. 6. Asahan Rp 2.140/kg. 7. Labuhanbatu Utara Rp 2.175/kg. 8. Labuhanbatu Rp 2.180/kg. 9. Labuhanbatu Selatan Rp 2.120/kg. 10. Padanglawas Utara Rp 2.115/kg. 11. Padanglawas Rp 2.410/kg. 12. Tapanuli Selatan Rp 2.036/kg. 13. Tapanuli Tengah Rp 2.070/kg. 14. Mandailing Natal Rp 2.320/kg dan 15. Pakpak Bharat Rp 2.150/kg.

Anjlok harga TBS Kelapa Sawit pekan ini pada 15 daerah penghasil Kelapa Sawit di Sumut, para petan kelapa sawit di Sumatera Utara meminta pemerintah tidak membuat kebijakan aneh-aneh terhadap kelapa sawit yang membuat petani kelapa sawit hancur perekonomiannya.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top