Pertemuan B20-G20 Digelar Gaet Investor Untuk Investasi RI

Pertemuan B20-G20 Digelar Gaet Investor untuk Investasi di RI.
Pertemuan B20-G20 Digelar Gaet Investor untuk Investasi di RI.

Jakarta|EGINDO.co Rangkaian pertemuan B20 dalam rangka Presidensi G20 Indonesia berhasil mendatangkan investasi hingga US$13,2 miliar atau setara dengan Rp207,4 triliun.

Hal itu menjadi modal bagi Chair B20 Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan bahwa upaya menggaet investasi berjalan sejak Indonesia menerima mandat sebagai Presidensi G20 pada 2022. Prosesnya terus berlangsung hingga gelaran B20 Summit di Bali, pekan lalu.

Shinta menyebut bahwa Indonesia selaku presidensi turut mengejar peluang investasi dari berbagai pihak yang hadir ke rangkaian G20. Hal itu pun menjadi upaya kalangan pengusaha dalam mendukung pemerintah mencapai target investasi Rp1.200 triliun tahun ini.

“Kami juga mau make sure bahwa investasi bisa mendapat kesempatan (masuk ke Indonesia melalui rangkaian pertemuan G20). Kemarin dari B20 memasukkan sampai US$13,2 billion proyek-proyek investasi yang masuk ke Indonesia,” ujar Shinta dalam tayangan televisi CNBC Indonesia pada Selasa (22/11/2022).

Baca Juga :  Ukraina Rayakan Hari Kemerdekaan Khawatir Serangan Rusia

Investasi senilai US$5 miliar atau setara Rp75 triliun, dari 11 negara, berhasil masuk dalam gelaran B20 Investment Forum. Agenda itu merupakan acara pendukung sebelum berjalannya B20 Summit pada 13—14 November 2022 di Nusa Dua, Bali.

Investasi itu di antaranya berasal dari Amerika Serikat, China, Uni Emirat Arab, dan Singapura. Kucuran dana masuk untuk berbagai bidang, di antaranya digitalisasi, manufaktur, infrastruktur, hingga energi dan energi terbarukan.

“Harapan kami (Presidensi G20) ini tidak sekadar ajang proses dari tuan rumah untuk deliver (isu-isu yang menjadi pembahasan), tetapi juga Indonesia bisa mengambil manfaat riil dari gelaran ini,” ujar Shinta.

UMKM

Indonesia memiliki peranan penting dalam pertemuan G20 tahun ini, karena presidensi berada di tangan negara berkembang. Salah satu sorotan adalah munculnya pembahasan mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di forum B20.

Baca Juga :  Slank Rilis Album Ke-24 Berjudul "Vaksin"

Menurut Shinta, yang juga CEO Sintesa Group, UMKM kerap tidak menjadi prioritas bahasan ketika presidensi G20 berada di tangan megara maju. Indonesia pun berupaya mengedepankan isu UMKM demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Bagaimana UMKM bisa mendapatkan akses yang membuat dukungan untuk masuk ke rantai pasok global,” ujar Shinta.

Salah satu sorotannya adalah UMKM harus menjadi bagian dari rantai pasok korporasi-korporasi besar. Indonesia selaku Chair B20 menyampaikan hal itu di hadapan para petinggi perusahaan multinasional.

Masuknya mereka ke rantai pasok berpotensi meningkatkan akses terhadap pembiayaan, aspek fundamental bagi pengembangan UMKM. Kerja sama para pelaku usaha dan pemerintah lintas negara pun menjadi penting dalam pengembangan UMKM.
Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :