Pertamina NRE Garap Pabrik Biodiesel 600 Ribu Ton dan Bioetanol Tebu untuk Pasok Energi Nasional

Ilustrasi kompleks industri bioenergi Pertamina NRE yang mengintegrasikan pengolahan kelapa sawit dan tebu menjadi energi terbarukan.
Ilustrasi kompleks industri bioenergi Pertamina NRE yang mengintegrasikan pengolahan kelapa sawit dan tebu menjadi energi terbarukan.

Jakarta|EGINDO.co PT Pertamina Power Indonesia (Pertamina New & Renewable Energy / Pertamina NRE) terus memperluas ekspansi portofolio bioenergi nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama pengelolaan fasilitas produksi biodiesel di Riau serta pengembangan riset bioetanol generasi kedua (2G bioethanol) pada Selasa (3/11/2026).

Ekspansi tersebut dikukuhkan dalam ajang Danantara Technology and Infrastructure Investment Forum (DTIIF) 2026 yang mengusung tema ‘Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth’.

Kelola Fasilitas FAME 600 Ribu Ton di Indragiri Hilir

Dalam agenda tersebut, Pertamina NRE resmi menandatangani Heads of Agreement (HoA) dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk mengeksplorasi pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berkapasitas 600.000 ton per tahun di Indragiri Hilir, Riau.

Lewat kesepakatan ini, kedua belah pihak akan menggelar kajian bersama (feasibility study) yang mencakup evaluasi potensi pengoperasian, pemeliharaan, revitalisasi, hingga skema komersial dan hukum.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioenergi, baik dari sektor perkebunan maupun industri pengolahan. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut bersama para mitra untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, dalam keterangannya pada Selasa (3/11/2026).

Selain penandatanganan HoA fasilitas FAME, Pertamina NRE juga mengumumkan kembali Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan energi terbarukan bersama Agrinas Palma Nusantara yang sebelumnya telah disepakati pada Senin, 25 Mei 2026. Penandatanganan ini diwakili oleh Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Harsono Budi Santoso bersama perwakilan Agrinas Palma Nusantara Gagah Guntur Aribowo, serta disaksikan langsung oleh Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa.

Terobosan Bioetanol Generasi Kedua dari Produk Samping Tebu

Tak hanya berfokus pada biodiesel berbasis kelapa sawit, Pertamina NRE juga merambah lini bioetanol generasi kedua (2G). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan MoU bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Kemitraan dengan SGN difokuskan pada riset dan pengembangan bioetanol 2G dengan memanfaatkan produk samping (by-product) dari kegiatan perkebunan dan pengolahan tebu. Lingkup pengkajian meliputi aspek teknis, ketersediaan bahan baku, teknologi, rantai pasok, hingga analisis kelayakan ekonomi.

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE, Harsono Budi Santoso, menegaskan bahwa kedua langkah ini saling melengkapi portofolio bioenergi perusahaan.

“Kerja sama dengan Agrinas Palma Nusantara diarahkan untuk mengoptimalkan fasilitas produksi FAME, sementara kerja sama dengan SGN berfokus pada pemanfaatan produk samping industri tebu untuk pengembangan bioetanol generasi kedua. Kedua inisiatif ini akan ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan komersial untuk melihat potensi serta kelayakan kerja samanya,” jelas Harsono.

Melalui utilisasi sektor kelapa sawit dan industri tebu ini, Pertamina NRE optimistis dapat memacu diversifikasi sumber energi domestik sekaligus mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia. (Sn)

Scroll to Top