Pertamina: Ketersediaan BBM Pertalite Di Atas 10 Hari

Pengisian BBM di SPBU. CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina Alfian Nasution menegaskan, bahwa stok baik nasional maupun lokal aman terkendali.
Pengisian BBM di SPBU. CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina Alfian Nasution menegaskan, bahwa stok baik nasional maupun lokal aman terkendali.

Jakarta | EGINDO.com    – PT Pertamina(Persero)  membeberkan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG akibat insiden kebakaran tangki di kilang Cilacap.

CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina Alfian Nasution menegaskan, bahwa stok baik nasional maupun lokal aman terkendali.

“Terjaga dengan baik. Untuk stok BBM jenis Premium saat ini berada di posisi 27 hari, Pertamax 15 hari, Pertalite di atas 10 hari, Solar 20 hari, Avtur 35 hari serta Pertamax Turbo 50 hari, dan LPG 12,7 hari,” ujarnya melalui keterangan resmi, ditulis Senin (15/10/2021).

Dengan demikian, dia menyampaikan, agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan pendistribusian BBM dan LPG karena berlangsung seperti biasanya.

“Distribusi seperti biasa, baik di daerah Jawa Tengah maupun sebagian Jawa Barat yang merupakan cover area dari kilang Cilacap,” kata Alfian.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjamin pasokan BBM dan LPG aman dan tidak terganggu akibat insiden tersebut.

Karena itu, dia berharap tidak ada ada kepanikan di masyarakat terkait insiden kebakaran di kilang Cilacap akhir pekan lalu.

“Jadi, mohon tidak ada panic buying karena stok sangat aman. Malah beberapa produk ini di atas standar minimum, ini sudah melebihi standar stoknya,” pungkas Nicke.

Komisaris Pertamina Minta Keterangan Direksi

Insiden kebakaran tangki Pertalite di area Kilang Cilacap jadi sorotan. Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) menanti laporan direksi sehubungan insiden tersebut.

Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Iggi H Achsien mengatakan, dewan komisaris tengah meminta laporan dan keterangan dari direksi dan pihak terkait lainnya soal insiden kebakaran ini.

“Dekom (dewan komisaris) meminta disiplin pelaksanaan HSSE (health, safety, security and environmental) dan pengenaan sanksi tegas jika ada kelalaian,” kata Iggi kepada Kontan.co.id (14/11).

Seperti diketahui, pada Sabtu (13/11) lalu sebuah insiden kebakaran tangki terjadi di area Kilang Cilacap, Jawa Barat sekitar pukul 19.20 WIB. Kebakaran ini terjadi pada sebuah tangki berisi produk Pertalite.

Baca Juga :  Larangan Mudik Jabodetabek Dan Titik Penyekatan Mudik

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono mengungkapkan bahwa pemadaman secara total pada tangki 36 T102 itu berhasil dilakukan pada Minggu (14/11) pukul 07.45 WIB.

“Kebakaran telah dapat dipadamkan secara total tepatnya jam 7.45 tadi pagi. Semua telah padam dan kita telah menyatakan declare aman itu pada jam 9.15 WIB,” kata Djoko dalam konferensi pers virtual, Minggu (14/11).

Djoko tak menjelaskan dugaan sementara penyebab kebakaran pada tangki 36-T102. Namun, ia memastikan bahwa operasional Kilang Cilacap tetap berjalan normal. Saat kebakaran terjadi, penyekatan api dilakukan agar tak menjalar ke tangki sekitarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, investigasi lebih lanjut atas insiden yang terjadi akan dilakukan.

“Kita tentu akan melakukan evaluasi investigasi lebih lanjut tentang kejadian ini karena kami insiden ini adalah sesuatu yang sangat penting yang perlu kemudian kita ambil lesson learnnya,” tegas Nicke dalam kesempatan yang sama.

Sekedar informasi, Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 Kilang Pertamina, dan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari. Kilang ini memiliki 228 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

Kontan.co.id mencatat, dalam tahun ini setidaknya sudah terjadi dua insiden kebakaran di area Kilang Cilacap. Sebelumnya, kebakaran melanda area Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap yang terjadi pada Jumat (11/6) sekitar pukul 19.45 WIB. Peristiwa kebakaran itu terjadi pada tangki T39 yang berisi benzena untuk produk dasar petrochemical di Kilang Cilacap.

“Dekom tidak menghendaki kejadian yang serupa terjadi di manapun di seluruh wilayah operasi Pertamina,” tegas Iggi.

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Bagikan :