Medan | EGINDO.com – Permintaan buku tulis menjelang tahun ajaran baru di kota Medan Provinsi Sumatera utara (Sumut) menunjukkan tren yang lebih moderat akibat pelemahan daya beli masyarakat sehingga pembelian buku tulis menurun dari tahun lalu.
Pantauan EGINDO.com pada Senin (6/7/2026) pada beberapa pusat perbelanjaan seperti di Pasar Sukaramai Medan, harga buku tulis bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp55.000 per bungkus. Harga buku tulis per pak untuk rata-rata isi 10 buku di pasaran Medan berkisar antara Rp25.000 hingga Rp60.000, tergantung pada merek, ukuran kertas, dan ketebalan lembarannya. Untuk buku tulis ukuran standar atau kwarto yang biasanya dipakai siswa anak SD dan SMP, untuk bermerek Sinar Dunia (SiDu), Kiky, atau Skola yakni isi 38 lembar Rp29.000 – Rp35.000 per pak. Isi 58 lembar Rp47.000 – Rp54.000 per pak. Buku tulis halusbergaris tiga Rp38.000 – Rp43.000 per pak.
Hal yang sama juga untuk pedagang buku tulis di Mall yang ada di kota Medan Sumatera Utara terlihat banyak dikujungi calon pembeli menjelang dimulainya tahun pelajaran baru. Permintaan akan buku tulis dan perlengkapan sekolah meningkat dibanding hari biasa.
Menurut pedagang kalau untuk buku tulis memang permintaan meningkat hal itu disebabkan anak sekolah sudah mulai beli untuk persiapan tahun ajaran baru dan dari pasokan tidak ada kendala sebab stok buku tulis tersedia cukup, dan produsen buku tulis telah mempersiapkannya.
“Tidak ada kendala. Stok banyak, jadi kita tenang meskipun pembeli yang tidak seperti tahun lalu, pembeli umumnya ramai akan tetapi membeli buku tulis tidak dalam jumlah banyak, hanya beberapa pak saja,” kata Lisawati penjual buku di Medan.
Tentang harga buku katanya belum ada kenaikan signifikan. Harga buku tulis bervariasi tergantung jenis dan mereknya. Menurutnya justru harga lebih murah sebab pada momen seperti sekarang ini akan ada potongan harga bagi pembelian dalam jumlah besar.
Sementara itu Asia Pulp and Paper (APP) Group dengan produsen dengan merek dagang buku Sinar Dunia (SIDU) menyebutkan permintaan pada periode ini umumnya dapat meningkat hingga 10 kali lipat dari periode normal.
Mengutip keterangan Head of Packaging, Commerce, and Stationery Paper APP Group, Benny Iswandy mengatakan saat ini permintaan buku tulis mulai meningkat menjelang masuk sekolah. Namun, dia menyebut tahun ini pertumbuhannya diperkirakan belum sekuat periode yang sama tahun lalu. Benny melihat, pada periode libur sekolah ini masyarakat masih lebih selektif dalam membelanjakan kebutuhan sekolah, sehingga pertumbuhan permintaan tahun ini cenderung lebih moderat.
Benny menambahkan, perusahaan turut melakukan strategi untuk meningkatkan penjualan buku tulis menjelang tahun ajaran baru. Katanya APP Group menghadirkan berbagai program yang bertujuan mendorong semangat belajar dan literasi melalui kampanye Ayo Menulis Bersama SIDU. Menurutnya, perusahaan juga melakukan berbagai inisiatif yang memudahkan masyarakat memperoleh produk melalui jaringan ritel dan kanal digital.@
Bs/fd/timEGINDO.com