Pererat Toleransi dan Persaudaraan, Pangdam XVII/Cenderawasih Gelar Coffee Morning Bersama Tokoh Lintas Agama Se-Jayapura

Pangdam XVII/Cenderawasih Gelar Coffee Morning Bersama Tokoh Lintas Agama Se-Jayapura
Pangdam XVII/Cenderawasih Gelar Coffee Morning Bersama Tokoh Lintas Agama Se-Jayapura

Jayapura | EGINDO.com – Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti Aula Tony Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, Selasa (4/11/2025) pagi. Di balik aroma kopi yang menyeruak, para tokoh lintas agama dari berbagai keyakinan duduk bersama dalam satu meja, berbincang, bertukar gagasan, dan meneguhkan komitmen untuk menjaga tanah Papua tetap damai dan rukun.

Kegiatan bertajuk “Coffee Morning Pangdam XVII/Cenderawasih Bersama Tokoh Lintas Agama Se-Jayapura” ini dipimpin langsung oleh Mayjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P, dan dihadiri oleh para pejabat utama Kodam XVII/Cenderawasih, di antaranya Brigjen TNI Thevi A. Zebua, S.E., M.M (Kasdam XVII/Cen), Brigjen TNI Sukamdi, S.I.P (Kapok Sahli Pangdam XVII/Cen), Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, S.E (Danrem 172/PWY), Para Asisten Kasdam XVII/Cen, serta sekitar 80 tokoh lintas agama dari berbagai denominasi, lembaga, dan ormas keagamaan di Papua.

Dalam sambutannya, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan jembatan silaturahmi dan komunikasi antarumat beragama di Bumi Cenderawasih.

“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan komunikasi antara umat beragama. Dengan iman dan nilai-nilai religius, kita bisa membangun kebersamaan, keharmonisan, dan kondusifitas di tanah Papua,” ungkap Pangdam.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Damai oleh Pangdam XVII/Cenderawasih bersama para tokoh lintas agama

Pangdam juga menekankan pentingnya peran para tokoh agama sebagai penyejuk dan penguat moral masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan politik di Papua. “TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Saya mengajak seluruh tokoh lintas agama untuk terus menyampaikan pesan damai dan jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas,” imbuhnya.

Satu per satu tokoh agama yang hadir memberikan pandangan dan harapan untuk menjaga kerukunan dan keadilan di tanah Papua. Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Drs. T. H. Pasaribu, M.Si, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pertemuan lintas iman ini. “Momentum ini sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kerukunan di tanah Papua. FKUB siap bersinergi dengan TNI dan pemerintah dalam mewujudkan Papua damai melalui pendekatan humanis dan edukatif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Klasis Port Numbay Jayapura, Pdt. Andris W. Tjoe, M.Th, menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama adalah panggilan iman dan dasar dari kedamaian di tanah yang diberkati ini. “Ketika kita saling menghormati dan membangun semangat persatuan, maka berkat Tuhan akan hadir di tanah Papua,” tuturnya.

Dari kalangan Islam, Ketua MUI Provinsi Papua, KH. Syaiful Islam Al Payage, menyebut Papua sebagai “tanah damai yang diberkati Tuhan” dan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. “Kami berkomitmen menjaga stabilitas keamanan bersama Pangdam dan seluruh komponen bangsa. Kedamaian hanya akan tumbuh bila kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat juga dijamin,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Pastor Barnabas Daryono, PR Vikaris Jenderal Keuskupan Jayapura, yang menekankan pentingnya ruang dialog yang terbuka Kodam XVII/Cen dalam membangun Papua. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Damai oleh Pangdam XVII/Cenderawasih bersama para tokoh lintas agama, sebagai simbol komitmen bersama untuk terus menjaga Papua tetap aman dan harmonis. Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan bingkisan secara simbolis oleh Pangdam XVII/Cenderawasih dan Foto Bersama serta ditutup dengan doa bersama lintas agama.@

Rel/timEGINDO.com

Scroll to Top