Peran Pam Swakarsa dalam Membantu Kepolisian Mengurai Kemacetan Saat Mudik

Pengamat transportasi dan hukum AKBP (P) Budiyanto, SH.Ssos.MH.
Pengamat transportasi dan hukum AKBP (P) Budiyanto, SH.Ssos.MH.

Jakarta|EGINDO.co Pemerhati masalah transportasi dan hukum, Ajun Komisaris Besar Polisi (Purnawirawan) Budiyanto, S.H., S.Sos., M.H., menyoroti peran bentuk-bentuk Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam mengurai kemacetan selama arus mudik di stasiun dan terminal.

Dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pasal 3 menyebutkan bahwa dalam menjalankan tugas pokoknya, kepolisian dapat dibantu oleh berbagai bentuk pengamanan swakarsa. Pam Swakarsa merupakan kelompok atau komunitas yang memiliki kepedulian terhadap tugas kepolisian dan diberikan kewenangan terbatas sesuai dengan lingkup tugasnya.

Menurut Budiyanto, komunitas yang ditugaskan untuk membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas saat mudik merupakan bagian dari Pam Swakarsa yang diatur dalam regulasi tersebut. Namun, secara teknis, mereka harus mendapatkan pembekalan mengenai tata cara pengaturan lalu lintas serta memahami batasan kewenangan dalam menjalankan fungsi kepolisian yang bersifat terbatas.

Baca Juga :  Strategi Dilakukan Pemerintahan Baru, Capai Target Pertumbuhan 8%

“Dalam pelaksanaannya, komunitas ini tetap harus didampingi oleh petugas kepolisian yang berkompeten agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan. Selain itu, mereka juga harus diberikan seragam, identitas resmi sebagai komunitas pendukung, serta perlengkapan yang diperlukan untuk pengaturan lalu lintas,” ujar Budiyanto.

Ia juga menekankan bahwa anggota komunitas tersebut tidak diperbolehkan melakukan tindakan yang melebihi batas kewenangan yang telah diberikan oleh kepolisian. Selain itu, aspek keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama, baik bagi anggota komunitas itu sendiri maupun bagi masyarakat pengguna jalan.

“Keselamatan adalah hal yang paling utama. Oleh karena itu, para anggota komunitas yang terlibat dalam pengaturan lalu lintas harus dibekali dengan pemahaman tentang cara bertindak yang benar di lapangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Jumat Pagi, Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS

Dengan adanya Pam Swakarsa yang terkoordinasi dengan baik dan mendapatkan pembinaan yang memadai, diharapkan arus mudik dapat berjalan lebih lancar, sehingga masyarakat dapat merasa lebih nyaman dan aman selama perjalanan mereka. (Sadarudin)

 

Bagikan :
Scroll to Top