Penyerang Bedil Panah di Kedubes Israel Serbia Tewas Ditembak Polisi

Penyerang dengan Bedil Panah tewas ditembak
Penyerang dengan Bedil Panah tewas ditembak

Belgrade | EGINDO.co – Seorang penyerang yang menembak dengan bedil panah ke seorang polisi yang menjaga kedutaan besar Israel di Belgrade ditembak mati pada hari Sabtu (29 Juni) dalam apa yang Presiden Aleksandar Vucic sebut sebagai serangan teroris terhadap Serbia.

Menurut kementerian luar negeri Israel, tidak ada staf kedutaan yang terluka dalam serangan tersebut, dan polisi tersebut dalam kondisi stabil setelah menjalani operasi untuk mengeluarkan anak panah dari lehernya, kata Vucic.

Vucic menyebut penyerang itu sebagai Salahudin Zujovic, seorang pria dari Serbia bagian tengah yang telah berpindah agama dari Ortodoks Kristen Serbia ke Islam, dan mengatakan bahwa penyerang bekerja dengan seorang pelaku lain yang masih buron.

Baca Juga :  Penyerang Dengan Kapak Menewaskan 4 Anak Di TK Brasil

“Pencarian terhadap orang lainnya sedang dilakukan,” kata Vucic kepada wartawan setelah mengunjungi polisi yang terluka. “Kami akan mengamankan semua misi diplomatik dan juga menjamin keamanan.”

Kedua pelaku telah dipantau oleh agensi keamanan Serbia sebelum serangan pada Sabtu, tetapi tidak cukup bukti untuk menahan mereka, tambah Vucic.

Menteri Dalam Negeri Ivica Dacic mengatakan bahwa polisi yang diserang telah menembak beberapa kali ke arah penyerang, yang akhirnya membunuhnya.

Dia mengatakan beberapa orang telah ditangkap karena diduga terlibat dalam serangan tersebut, dan penyelidik sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitan dengan pengikut sekte Wahhabi Muslim Sunni yang puritan.

Kementerian luar negeri Israel mengatakan bahwa telah terjadi “upaya serangan teroris di sekitar kedutaan besar Israel di Belgrade”.

Baca Juga :  Harga Emas Antam: Naik Rp1.000, Jadi Rp 933.000 per Gram

“Kedutaan besar ditutup dan tidak ada karyawan kedutaan yang terluka. Keadaan insiden sedang diselidiki,” demikian pernyataan tersebut.

Pada tahun 2009, pengadilan Serbia menghukum empat Muslim yang merupakan pengikut sekte Wahhabi dengan hukuman penjara karena merencanakan serangan terhadap sebuah stadion sepak bola di sebuah kota di barat daya Serbia, di mana mayoritas penduduknya adalah Muslim moderat.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :
Scroll to Top